Berita Terkini Nasional

Meninggal Dipenuhi Cacing, Balita Raya Ternyata Masih Kerabat Kades Cianaga

Balita bernama Raya (4) yang meninggal dipenuhi cacing, ternyata masih kerabat Kades Cianaga Wardi Sutadi.

Editor: taryono
KOMPAS.com/RIKI ACHMAD SAEPULLOH
CACING DI TUBUH - Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi saat ditemui awak media di RSUD Sekarwangi Cibadak, Selasa (19/8/2025). Ia menanggapi kasus warganya, Raya (4) yang meninggal karena ratusan cacing bersarang di tubuhnya. Meninggal Dipenuhi Cacing, Balita Raya Ternyata Masih Kerabat Kades Cianaga. 

Penjelasan kepala desa
 
Sementara itu, Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutadi membenarkan, keluarga Raya masih berkerabat dengannya.

"(Masih) Satu saudara. Kalau dilihat dari keluarga, sangat erat (hubungannya)," ucapnya singat, dikutip dari akun Instagram @asep.japar_asjap.

Wardi dalam kesempatan sebelumnya menyoroti pola asuh balita Raya.

"Kedua orang tuanya memiliki keterbelakangan mental, sehingga daya asuh terhadap anaknya kurang, tidak tahu persis bagaimana kondisi anaknya," kata Wardi kepada awak media di RSUD Sekawan Cibadak, Selasa (19/8/2025).

Menurut Wardi, Raya memang kerap hidup dalam kondisi yang tidak sehat seperti bermain di bawah kolong rumah bersama ayam.

Sepengetahuannya, Raya dan kakaknya yang masih berusia 7 tahun kerap berada di bawah pengasuhan sanak saudaranya.

Kendati demikian, karena pola hidup yang tidak terkontrol dan minimnya pengawasan, Raya akhirnya menderita penyakit dan meninggal dunia.

Wardi mengaku kerap mengontrol kondisi keluarga Raya dan memberi sedikit rezeki untuk mereka.

"Iya sering kita kontrol, kalau ada rezeki juga sedikit kita suka kasih, kan orang tuanya enggak bisa kerja juga," tutur Wardi Sutandi.

"Tapi yang namanya penyakit juga kan kita enggak tahu, untuk Raya dan kakaknya ini tidak seperti ortunya (yang mengalami keterbelakangan mental)," tegas Wardi.

Wardi menerangkan, Raya sempat mengalami demam dan didiagnosis menderita penyakit paru-paru.

Namun, karena keluarganya tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) dan BPJS, pengobatan Raya mengalami kendala.

"Dia punya penyakit demam kemudian diperiksa ke klinik puskesmas terdekat, ternyata dia punya penyakit paru. Udah gitu (keluarga) dia gak punya KK KTP sama sekali, desa tidak urus alhamdulillah," tutur Wardi Sutandi.

Wardi menuturkan bahwa pihak desa hanya mengetahui bahwa Raya dijemput oleh yayasan sosial memakai ambulans.

"Cuman setelah penyakitnya makin parah, kemudian ada salah satu keluarga yang kenal dengan rumah teduh (filantropi) laporan, langsung dijemput pakai ambulans," ungkap Wardi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved