Penuh Kejanggalan, Ayah Brigadir Esco Sebut Ada Bagian Tubuh Anaknya yang Hilang
Ayah Brigadir Esco Fasca Rely, Samsul Herawadi, mengungkap sejumlah kejanggalan dari kematian anaknya, yang disebut mengakhiri hidup.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lombok Tengah - Ayah Brigadir Esco Fasca Rely, Samsul Herawadi, mengungkap sejumlah kejanggalan dari kematian anaknya, yang disebut mengakhiri hidup.
Saat jasad Brigadir Esco Fasca Rely ditemukan, memang ada seutas tali di lehernya dan posisinya berada dekat dengan satu pohon di kebun milik warga.
Brigadir Esco ditemukan tewas dalam kondisi terjerat tali di lehernya di kebun yang tak jauh dari rumahnya. Namun, kematian anggota Polsek Sekotong, Lombok Barat tersebut menyisakan sejumlah kejanggalan, baik itu di keluarga maupun di warga.
Sekotong adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Wilayah ini dikenal memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Sekotong berada di bagian barat daya Pulau Lombok. Wilayah ini didominasi oleh perbukitan, teluk, dan garis pantai yang indah.
Potensi utama Sekotong adalah sektor pariwisata. Terdapat banyak pantai dan gugusan pulau-pulau kecil (gili) yang masih alami dan belum sepadat gili di bagian utara Lombok. Beberapa gili terkenal di antaranya, Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Kedis, serta Gili Gede.
Selain pariwisata, masyarakat Sekotong juga beraktivitas di sektor perikanan dan pertanian. Pemerintah daerah menganggap Sekotong sebagai kawasan strategis untuk pengembangan masa depan Kabupaten Lombok Barat.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunLombok.com, Samsul Herawadi begitu yakin anaknya merupakan korban pembunuhan.
Brigadir Esco merupakan anggota Intel Polsek Sekotong Lombok Barat yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh membengkak dan leher terjerat.
Samsul Herawadi kepada Tribun Lombok menyampaikan, banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada jasad Brigadir Esco, ia yakin anaknya dibunuh.
"Sangat-sangat banyak (kejanggalan). Kalau ditanya hal kejanggalan sangat banyak karena ada anggota tubuh, organ tubuh yang hilang," jelas Samsul, Rabu (27/8/2025).
Dikatakan warga Bonjeruk Lombok Tengah ini, saat dirinya dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh proses Polres Lombok Barat, dirinya dibacakan penyebab kematian Brigadir Esco. Salah satunya adalah akibat luka yang diakibatkan oleh benda tumpul.
"Saya bilang begini. Mohon maaf Pak, ini bukan luka. Ini hilang organ tubuh. Bukan luka. Namanya luka itu bekas cuma tidak hilang. Jadi disitu luka itu hilang, bukan luka," tegas Samsul.
Diberitakan Tribun Lombok, Kasus tewasnya Brigadir Esco Faska Rely dengan kondisi terikat tali di lehar terus diatensi pihak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB).
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid mengungkapkan, saat ini pihaknyaa telah membentuk tim gabungan, terdiri dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB bersama Polres Lombok Barat.
Menurut Kholid, kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat pengungkapan fakta serta memberikan jawaban yang objektif dan transparan kepada publik.
Chat WA Terakhir Mertua ke Brigadir Esco, "Nak, di Mana Kamu?" |
![]() |
---|
Sosok Istri Brigadir Esco, Disebut Kades Tak Pernah Lapor Suaminya Hilang |
![]() |
---|
Pilunya Anak Brigadir Esco Selalu Cari Ayahnya, "Saya Sayang Sama Bapak" |
![]() |
---|
Video Bisnis Mentereng Istri Kompol Yogi, Suaminya Malah Main Serong dengan Model |
![]() |
---|
Sehari Sebelum Brigadir Nurhadi Berangkat ke Gili Trawangan, Elma Singgung Firasat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.