Berita Lampung

Warga Lambar Selamat Setelah Diterkam Harimau Sumatera, Alami 20 Jahitan Kepala 

Amir (50), warga Pekon Tiga Jaya, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, diterkam harimau, Jumat (5/9/2025) kemarin, sekira pukul 17.00 WIB. 

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Teguh Prasetyo
Dokumentasi
DISERANG HARIMAU - Seorang petani bernama Amir (45), warga Pekon Tiga Jaya, Kecamatan Sekincau, Lampung Barat, saat dirawat di Puskesmas seusai diserang Harimau Sumatera, Jumat (5/9/2025). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Amir (50), warga Pekon Tiga Jaya, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, diterkam harimau, Jumat (5/9/2025) kemarin, sekira pukul 17.00 WIB. 

Kepala Balai Besar TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan) Hifzon Zawahiri mengatakan, korban sudah mendapatkan perawatan medis dan mengalami luka di kepala sehingga harus dapat 20 jahitan. 

"Pasca diterkam harimau, korban mengalami luka di bagian kepala dengan 20 jahitan dan pinggang ," kata Hifzon, Sabtu (6/9/2025). 

Ia mengatakan, korban pada saat kejadian sedang dalam perjalanan pulang dari kebun bersama anaknya, Alin (25).

Keduanya menggunakan motor saat melintas di kawasan hutan Register 46 B Gunung Sekincau di kawasan TNBBS.

Pada saat melintasi kawasan hutan TNBBS itu, korban yang dibonceng diterkam seekor harimau. 

Korban dan anaknya sempat melawan hingga akhirnya harimau melarikan diri ke dalam hutan. 

"Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Sekincau untuk mendapatkan perawatan medis," ujar Hifzon. 

Kemudian pihak TNBBS melakukan tindak lanjut dan upaya penanganan melalui petugas Resor Sekincau, SPTN Wilayah III Krui, aparat pekon, babinsa, Polsek Sekincau, serta mitra telah melakukan verifikasi ke lokasi kejadian.

"Jadi di sekitar lokasi ditemukan indikasi keberadaan harimau sumatera berupa jejak dan jalur lintasan satwa," kata Hifzon. 

Sebagai langkah mitigasi, TNBBS melakukan pemasangan camera trap di sekitar lokasi untuk memantau identifikasi individu harimau yang berinteraksi negatif.

Selain itu, petugas bersama aparat setempat melakukan patroli rutin untuk memantau keberadaan harimau sumatera. 

Harapannya hal itu bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Pihak TNBBS juga melakukan sosialisasi dan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kebun terutama di sekitar kawasan hutan.

Balai Besar TNBBS mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah rawan konflik satwa agar tidak beraktivitas di dalam kawasan hutan yang merupakan habitat harimau Sumatera.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved