Berita Lampung

Paku Banten Lampung Lestarikan Pencak Silat dengan Khataman 150 Jawara Cilik

Perguruan Paku Banten Indonesia (PPBI) Lampung melestarikan budaya pencak silat dengan menggelar khataman terhadap 150 jawara cilik

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya
JAKET PAKU BANTEN - Ketua Perguruan Paku Banten Indonesia (PPBI) Lampung, M Fahri Mukri MZ memakaikan jaket Paku Banten kepada Ketua DPRD Pesawaran, Achmad Rico Julian, Senin (8/9/2025). 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Perguruan Paku Banten Indonesia (PPBI) Lampung melestarikan budaya pencak silat dengan menggelar khataman atau tasyakuran terhadap 150 jawara cilik. 

Ratusan para jawara cilik tersebut dinobatkan khatam di markas Pencak Silat Macan Putih, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Senin (8/9/2025). 

Ketua Paku Banten Lampung, M Fahri Mukri mengatakan, pihaknya menginginkan seni budaya pencak silat khususnya Paku Banten ini tetap lestari. 

"Kami juga selain menggelar khataman kepada para jawara cilik, kami juga mengangkat Ketua DPRD Pesawaran Achmad Rico Julian sebagai pembina," kata Ketua Paku Banten Lampung, M Fahri Mukri MZ, Selasa (9/9/2025).

Pihaknya berharap agar para generasi muda berperan aktif sebagai generasi penerus.

Dengan harapan organisasi ditangan anak muda selanjutnya bisa maju dan berkembang. 

"Beliau Pak Rico anak muda dan saya juga muda juga, dengan harapan kolaborasi untuk ke depan lebih baik lagi," kata Fahri.

Dengan harapannya untuk melestarikan budaya pencak silat, serta diikuti prestasi membawa perguruan silatnya hingga mengangkat harkat martabat. 

Pihaknya melakukan silaturahmi ke Gedong Tataan untuk mempererat persaudaraan antara sesama jawara, karena memang sudah lama Paku Banten ini vakum sejak 2015.

"Pasca almarhum orang tua saya Abah Haji Abah Mukri MZ meninggal maka saya kembangkan kembali Paku Banten tersebut," kata Fahri.

Pihaknya akan membangkitkan lagi pada tahun 2025 untuk menyatukan perguruan pencak silat, tercatat sudah ada 55 perguruan dari semua aliran bersama Paku Banten

Semua kegiatan pencak silat telah terkontrol dan untuk latihan di rumah di Jalan Pulau Morotai, Bandar Lampung.

"Kami latihannya seminggu latihan 3 kali dan berkumpul di sana, makan, kopi semua ditanggung," kata Fahri, alumni Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila). 

Pihaknya ingin melestarikan seni budaya dan mengangkat harga derajatnya orang tua.

"Berharap ke depannya para sesepuh orang tua bersama-sama mensupport, bagaimana kedepannya anak-anak kita ini yang di depan ini jangan sampai salah arah," kata Fahri. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved