Berita Lampung

Dosen Itera Serahkan Mesin Pemeras Kemiri Kepada Petani Wono Harjo Pesawaran

Dosen Rekayasa Kehutanan Itera Rio Ardiansyah Murda, menyerahkan mesin pemeras kemiri kepada petani Wono Harjo, Kabupaten Pesawaran. 

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Itera
MESIN PEMERAS KEMIRI - Dosen Itera serahkan mesin pemeras kemiri, Senin (29/9/2025). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dosen Rekayasa Kehutanan Itera (Institut Teknologi Sumatera), Rio Ardiansyah Murda, menyerahkan mesin pemeras kemiri kepada petani Wono Harjo, Kabupaten Pesawaran

Rio Ardiansyah Murda mengatakan, pihaknya telah memberikan mesin pemeras kemiri kepada petani Wono Harjo. 

"Ini merupakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Harjo, Kabupaten Pesawaran, kami menyerahkan mesin pemeras kemiri yang telah kami serahkan kepada masyarakat," ujar Rio Ardiansyah Murda, Senin (29/9/2025). 

Tim dosen dan mahasiswa selain menyerahkan bantuan mesin pemeras kemiri juga memberikan bantuan mesin pemecah cangkang. 

Kehadiran beberapa peralatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi. 

"Serta menghemat waktu, sekaligus mendorong optimalisasi hasil olahan kemiri yang menjadi produk unggulan KTH Wono Harjo," ujar Rio. 

"Selain penyerahan alat tesebut bahwa tim juga memberikan pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin," terusnya.

Termasuk melakukan uji coba langsung bersama anggota kelompok tani. 

"Jadi tidak berhenti di aspek teknis, mahasiswa Itera juga turut mendampingi KTH Wono Harjo dalam pengelolaan pemasaran digital," kata Rio. 

Serta pembuatan video profil sebagai upaya memperluas jangkauan pasar produk kemiri.

"Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat melalui inovasi berbasis teknologi dan merupakan implementasi PkM dengan skema Program Kemitraan Masyarakat, program BIMA tahun 2025," ungkapnya.

Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pengolahan manual memang cukup untuk skala kecil, tetapi ketika produksi meningkat, proses ini akan menyita waktu dan tenaga. 

Kehadiran mesin tentu sangat membantu mempercepat produksi sekaligus menghemat tenaga kerja. 

"Melalui kegiatan ini, Itera berharap dapat terus berperan aktif mendorong inovasi, memperkuat perekonomian lokal," kata Rio. 

Serta menjaga kelestarian sumber daya hutan melalui kemitraan yang berkelanjutan bersama masyarakat. 

Sementara itu, Ketua KTH Wono Harjo, Maryadi, menyambut baik inisiatif dosen memberikan mesin pemeras kemiri.

“Kami berharap produksi minyak kemiri semakin meningkat," ucapnya.

Dengan kualitas yang lebih baik, serta bisa menembus pasar yang lebih luas.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved