Berita Lampung
Lampung Target Produksi Jagung 3,5 Juta Ton
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya meningkatkan produktivitas dan penguatan hilirisasi jagung.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya meningkatkan produktivitas dan penguatan hilirisasi jagung.
Langkah ini ditempuh dengan menambah luas tanam, penggunaan benih unggul, serta memastikan serapan hasil panen petani melalui industri pakan ternak dan olahan pangan.
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Bani Ispriyanto menyampaikan bahwa kondisi lahan pertanian di Lampung sangat memungkinkan untuk ekspansi jagung.
“Kalau kita lihat kondisi lahan yang ada masih memungkinkan untuk perluasan tanaman jagung. Jadi luas tanam kita program untuk ditambah sebagai salah satu cara meningkatkan produksi,” kata Bani, Kamis (27/11/2025).
Ia menegaskan, pemerintah menjaga agar lahan pertanian tetap berproduksi dan tidak berubah fungsi, terutama untuk padi dan jagung.
“Lahan padi tidak beralih fungsi, lahan jagung tidak beralih fungsi. Hanya singkong yang kemarin sedikit beralih karena persoalan harga, tapi sudah selesai. Semua harus seimbang agar petani tidak merugi,” tegasnya.
Saat ini Lampung berada di posisi tiga produsen jagung nasional, di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Potensi peningkatan produksi masih sangat terbuka.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Elvira menyebut pihaknya menargetkan produksi jagung kembali meningkat dalam dua tahun ke depan.
“Kalau tahun 2025 ini potensinya di angka 2,5–2,6 juta ton. Memang ada penurunan dari 2024 karena fokus penanaman padi di musim tanam kedua. Tapi di 2026 kita dorong bisa mencapai 3,5 juta ton,” kata Elvira.
Untuk mendukung peningkatan produktivitas jagung, pemerintah terus menyalurkan benih unggul serta sarana produksi pertanian.
“Sebagian besar benih jagung kita dapat bantuan dari Kementerian Pertanian, mencakup 30 ribu hektare. Tahun depan pemprov juga mengalokasikan anggaran tambahan untuk bantuan benih,” ujarnya.
Elvira mengatakan distribusi benih unggul tersebut juga menjadi solusi atas penyakit bulai yang sempat menyerang tanaman jagung di sejumlah wilayah.
Selain benih, pemerintah memastikan dukungan lain seperti pupuk subsidi dan perbaikan sistem irigasi terus diperkuat.
Elvira memaparkan, sentra produksi jagung di Lampung masih didominasi tiga kabupaten, yakni Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Lampung Tengah.
Dia menegaskan, pemerintah fokus memperkuat hilirisasi agar penyerapan hasil petani maksimal.
“Kita punya banyak pabrik pakan ternak seperti CP, Japfa, Haida, dan New Hope. Setelah kebutuhan dalam daerah terpenuhi, jagung kita bisa kirim ke luar daerah, bahkan ekspor,” terangnya.
Selain pakan ternak, industri tepung jagung juga mulai dilirik investor untuk dikembangkan di Lampung.
Pemprov turut memperkuat sektor pascapanen melalui penyediaan bantuan mesin pengering.
“Tahun ini gubernur memberikan 34 dryer yang bisa digunakan untuk gabah dan jagung. Itu memperkuat daya saing petani,” ujar Elvira.
Ia menegaskan strategi utama untuk mencapai target produksi jagung adalah mempertahankan luas lahan dan memastikan seluruh petani menggunakan benih unggul.
“Kita optimistis Lampung bisa terus meningkat. Syaratnya jelas, lahan jagung tidak boleh beralih fungsi dan penggunaan benih unggul harus menyeluruh,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Warga Heboh Penampakan Buaya Sepanjang 1,5 Meter di Perairan Lampung Selatan |
|
|---|
| Detik-detik Dramatis Evakuasi Kerbau yang Masuk Sumur Warga Bandar Lampung |
|
|---|
| Lagi Pesta Miras di Lapo Tuak, Residivis Narkoba Diciduk Polisi Gegara Maling Motor |
|
|---|
| Pemuda di Lampung Dipolisikan karena Pinjam Motor dan Sulit Dihubungi |
|
|---|
| Pencuri Motor di Lampung Tertangkap saat Pesta Miras di Lapo Tuak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Produksi-kedelai-Lampung-tahun-2024-turun.jpg)