Berita Lampung
BMKG Panjang Ingatkan Dampak Siklon Tropis Bakung di Perairan Bakauheni
BMKG Maritim Panjang mengingatkan potensi dampak Siklon Tropis Bakung bagi perairan Bakauheni, Lampung Selatan, dalam beberapa hari ke depan.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Panjang mengingatkan potensi dampak Siklon Tropis Bakung bagi perairan Bakauheni, Lampung Selatan, dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG Maritim Panjang Tarjono melalui Stasiun Maritim (Stamar) Panjang, memprediksi perairan setempat akan mengalami angin cukup kencang yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang.
“Untuk Bakauheni, diprakirakan dalam beberapa hari ke depan angin akan cukup kencang, sehingga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang,” ujar Stamar Panjang, Senin (15/12/2025).
Ia menjelaskan, Siklon Tropis Bakung merupakan sistem tekanan rendah yang berkembang dari bibit siklon 91S di Samudera Hindia barat daya Lampung.
Meskipun berada di lautan dan menjauhi wilayah Indonesia, dampak tidak langsung siklon tropis, seperti peningkatan curah hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi, tetap bisa dirasakan.
Menurutnya, periode aktivitas siklon bervariasi tergantung kondisi atmosfer di sekitar sistem.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi BMKG dan mematuhi arahan mitigasi dari BPBD atau pemerintah daerah setempat.
“Jika cuaca sekitar memburuk, diharapkan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga pesisir dan pelaku aktivitas kelautan perlu waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang,” tegasnya.
Terdampak Siklon Tropis Bakung
Perairan Lampung berpotensi terdampak Siklon Tropis Bakung.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Radin Inten II Lampung Rudi Hariyanto menyebut kondisi atmosfer saat ini mendukung potensi peningkatan curah hujan di wilayah Lampung.
“Berdasarkan dinamika atmosfer, gelombang frekuensi rendah (low frequency) terpantau aktif di Selat Sunda. Kondisi ini cenderung persisten dan dapat meningkatkan curah hujan,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Siklon Tropis Bakung saat ini berada di Samudera Hindia barat daya Lampung, dengan kecepatan maksimum 60 knot dan tekanan udara 984 hPa.
Sistem bergerak ke arah barat daya dan dapat meningkatkan kecepatan angin di sekitar sistem hingga lebih dari 25 knot di Samudera Hindia barat Lampung.
“Selain itu, terbentuk daerah perlambatan angin (konvergensi) memanjang di Samudra Hindia barat Bengkulu, dan daerah konfluensi di perairan barat Sumatra hingga Bengkulu. Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan,” jelas Rudi.
Suhu muka laut juga terpantau hangat, berkisar 29–30°C. Dengan Indian Ocean Dipole (IOD) negatif dan kelembapan tinggi, Lampung diprediksi akan menerima tambahan uap air yang memicu hujan, terutama di wilayah pesisir barat, utara, tengah, timur, dan selatan.
Prakiraan Cuaca Lampung (15–17 Desember 2025)
| Bau Menyengat dari Gedung Walet, Wabup Pringsewu Sidak Temukan Puluhan Ribu Bangkai Kelelawar |
|
|---|
| Polisi Masih Buru Pemilik Rumah yang Diduga Otak Jaringan Distribusi BBM Ilegal |
|
|---|
| Tanpa Dukungan Anggaran Pemerintah, Warga Mujirahayu Swadaya Perbaiki Jalan Rusak |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Lampung Kamis 23 April 2026, Siang-Sore Berpotensi Hujan di Sejumlah Wilayah |
|
|---|
| Berawal dari Kecurigaan Petugas Saat Patroli, Praktik BBM Ilegal di Metro Terbongkar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/TERDAMPAK-Perairan-Lampung-berpotensi.jpg)