Baku Tembak di Bandar Lampung

Pelaku Curanmor Tewas, Polresta Bandar Lampung Sita Senpi

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Faria Arista menyebut, senjata api rakitan yang digunakan pelaku sudah beberapa kali dipakai.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
EKSPOSE CURANMOR - Kapolresta Bandar Lampung Kombes Alfret Jacob Tilukay mengadakan konferensi pers penangkapan pelaku curanmor, Jumat (26/12/2025). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Polresta Bandar Lampung menyita sejumlah barang bukti dari pelaku curanmor yang ditembak mati. 

Barang bukti tersebut di antaranya 1 unit sepeda motor matik warna hitam, 1 senjata api rakitan, 3 peluru aktif dan 1 selongsong, 1 bilah senjata tajam, kunci T, rekaman CCTV, tas hitam dan jaket hijau. 

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Faria Arista menyebut, senjata api rakitan yang digunakan pelaku sudah beberapa kali dipakai saat beraksi. 

"Barang bukti ini menguatkan bahwa pelaku tidak ragu menembakkan senjata ketika aksinya terungkap. Ada selongsong yang sudah ditembakkan," kata Faria.

"Motor yang kami amankan diduga hasil kejahatan sesuai laporan polisi terbaru tanggal 25 Desember 2025. Semua bukti kami padukan untuk menjerat pelaku yang kabur," pungkasnya. 

Diketahui, dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terlibat baku tembak dengan aparat kepolisian saat hendak ditangkap, Kamis (25/12/2025) dini hari. 

Satu pelaku berinisial JH (24) tewas setelah tertembak karena melakukan perlawanan. 

Sementara seorang lainnya berinisial SA alias I (23) berhasil melarikan diri dan masih diburu polisi.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Alfret Jacob Tilukay mengatakan, petugas sempat memberikan tembakan peringatan saat pelaku melarikan diri menuju area perkebunan setelah terjatuh dari motor.

"Upaya persuasif sudah dilakukan. Namun pelaku justru melepaskan tembakan ke arah anggota. Petugas kemudian mengambil tindakan tegas terukur," ujar Kapolresta dalam ekspose kasus di mapolresta setempat, Jumat (26/12/2025).

“Pelaku JH meninggal dunia setelah melakukan perlawanan menggunakan senjata api. Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” ujar Alfret.

Dia meminta pelaku SA segera menyerahkan diri. “Tim sudah mengantongi identitas dan pola geraknya," tegas Kapolresta.

Kapolresta menjelaskan, kedua pelaku kerap beraksi pada malam hingga dini hari. Mereka tidak segan-segan melepaskan tembakan saat aksinya diketahui warga.

“Mereka bukan hanya mencuri kendaraan. Saat terdesak, mereka melepaskan tembakan menggunakan senjata api rakitan,” kata Alfret.

Kompol Faria Arista menambahkan, aksi para pelaku ini membuat masyarakat resah karena sering mengancam keselamatan warga maupun petugas. “Beberapa kali mereka menembak untuk membuka jalan saat dikejar,” ujarnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved