Pembangunan RSPTN Unila
RSPTN Unila Pakai Konsep Ramah Lingkungan, Ditarget Jadi Pusat Riset
Pembangunan fisik RSPTN Unila dan Integrated Research Center (IRC) digadang-gadang menggunakan konsep pembangunan ramah lingkungan.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
"Karakteristik utama WWTP meminimalkan penggunaan listrik dan bahan kimia berbahaya melalui metode biologis seperti Rotating Biological Contactor (RBC) untuk mengelola limbah secara alami," jelas Budi.
Menggunakan BioHybrid System, pengelolaan limbah akan menggabungkan bakteri pengurai dalam media air (suspended growth) dan media tetap (fixed film growth) dan sistem non-listrik penggunaan teknologi desain pasif.
"Teknologi ini dapat beroperasi tanpa energi listrik, sehingga menekan biaya operasional gedung," ujar Budi.
Di samping itu, rumah sakit ini juga bakal dilengkapi fasilitas ramah anak dan disabilitas.
"RSPTN Unila dilengkapi dengan fasilitas yang ramah anak dan disabilitas dengan menyediakan layanan umum yang dapat mengakomodir kemudahan pasien anak, lansia, dan disabilitas," tandasnya.
2028 Terima Pasien BPJS
Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) menyiapkan sejumlah layanan unggulan menjelang beroperasi pada Desember 2026 mendatang.
Rumah Sakit yang ditarget menjadi pusat pendidikan medis ini akan menyediakan kapasitas 100 tempat tidur pada tahap awal operasionalnya.
Di samping itu, RSPTN Unila juga ditarget bakal melayani pasien peserta BPJS yang akan terintegrasi sepenuhnya pada tahun 2028 setelah melalui proses akreditasi.
Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unila, Budi Sutomo, mengatakan saat ini pihaknya sedang mematangkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta sarana prasarana sebelum rumah sakit tersebut beroperasi.
"Rencana layanan unggulan akan dimulai bertahap, menyesuaikan dengan kesiapan sumber daya dan sarana prasarana. Estimasi RSPTN Unila akan mulai beroperasi pada bulan desember 2026, dengan layanan unggulan bertahap," Ujar Budi Sutomo, Minggu (25/1/2026).
Sejumlah layanan yang akan tersedia di awal beroperasi diantaranya Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, rawat jalan umum dan spesialis, rawat inap, serta layanan penunjang medik.
Selain itu ada juga layanan lain seperti farmasi, laboratorium, radiologi dan layanan penunjang non medik lainnya.
Budi menjelaskan, RSPTN Unila juga bakal dilengkapi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang terintegrasi dan direncanakan dalam pengembangannya memiliki fasilitas telemedicine.
Adapun fasilitas telemedicine merupakan layanan kesehatan jarak jauh yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti telepon, video call, maupun aplikasi.
"RSPTN UNILA akan memiliki Center of excellent mencakup layanan, Tropical Infection disease (penyakit infeksi tropis), Endocrine and metabolic, Geriatric (Lansia), dan Medical rehabilitation (Rehabilitasi medik) ," kata Budi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/RSPTN-Unila-usung-konsep-ramah-lingkungan-a.jpg)