Berita Lampung

Gubernur Mirza Tekankan Stabilitas Harga Jelang Ramadan 2026

Dengan seragam dinas cokelat khas ASN dan peci hitam di kepala, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdiri tegap di balik podium utama.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Dokumentasi Pemprov Lampung
TEKANKAN STABILISASI HARGA - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat sambutan dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung, di Kantor BI, Selasa, (10/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin High Level Meeting TPID, Selasa (10/2/2026).
  • Rapat membahas antisipasi lonjakan harga jelang Ramadhan dan Idulfitri 1447 H.
  • Mirza menekankan pengendalian inflasi harus berbasis aksi nyata, bukan sekadar rencana.
  • OPD, Bulog, Pertamina, PLN, dan Satgas Pangan diminta menjaga pasokan dan distribusi.
  • Bank Indonesia mendukung melalui analisis data dan pemantauan harga real time.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dengan seragam dinas cokelat khas aparatur sipil negara dan peci hitam di kepala, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdiri tegap di balik podium utama.

Latar biru bertuliskan High Level Meeting TPID memenuhi dinding ruangan, sementara puluhan kepala daerah dan pimpinan instansi duduk rapi menyimak arahannya, Selasa (10/2/2026).

Di depan peserta rapat, Gubernur Mirza tampak sigap. Suaranya terdengar tegas dan terukur saat membahas ancaman lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Ia ingin memastikan, stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga hingga hari raya tiba.

Dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung itu, Gubernur menegaskan bahwa kenaikan permintaan kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan merupakan siklus tahunan yang harus diantisipasi melalui kerja nyata, bukan sekadar perencanaan.

Baca juga: Pemprov Lampung Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jalan di Tahun 2026

Ia mengapresiasi capaian Lampung yang mencatat inflasi tahunan terendah kedua secara nasional pada 2025 sebesar 1,25 persen (year on year).

Namun, menurutnya, capaian tersebut justru menjadi tantangan untuk terus dipertahankan di tengah dinamika cuaca dan potensi gangguan distribusi.

“Prestasi ini bukan alasan untuk bersantai. Justru di sinilah ujiannya, apakah kita mampu menjaga stabilitas saat permintaan meningkat dan distribusi semakin padat. Pengendalian inflasi menyentuh langsung dapur masyarakat dan ketenangan ibadah mereka,” ujar Mirza.

Dalam arahannya, Mirza meminta Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan memastikan ketersediaan beras, cabai, bawang, daging, telur, dan ikan tetap aman hingga pasca-Idulfitri berbasis data Badan Pusat Statistik (BPS).

Ia juga menginstruksikan Perum Bulog menyiagakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan aktif menggelar operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah di wilayah rawan gejolak harga.

Di sektor energi dan transportasi, Pertamina, PLN, dan Dinas Perhubungan diminta menjamin pasokan BBM, LPG, dan listrik, serta kelancaran distribusi logistik melalui jalur darat, laut, dan udara.

Sementara itu, Satgas Pangan bersama Polda Lampung dan Kejaksaan diminta memperketat pengawasan guna mencegah praktik penimbunan dan permainan harga.

Mirza juga menekankan pentingnya optimalisasi kerja sama antar daerah agar komoditas pangan dari wilayah surplus dapat segera mengalir ke daerah defisit.

“Kita ingin hasil yang terasa di lapangan, bukan hanya bagus di atas slide presentasi. Tidak ada ruang untuk ego sektoral,” tegasnya.

Dalam kesepatan itu pula, Mirza mengapresiasi peran Bank Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengendalian inflasi daerah dan berharap HLM ini menghasilkan rencana aksi yang langsung dapat dijalankan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved