Berita Lampung

Jam Belajar Selama Ramadan, MKKS Lampung Tunggu Instruksi Pusat

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Lampung Suharto mengaku pihaknya masih menunggu surat edaran terkait jam belajar.

Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
TUNGGU PUSAT - Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Lampung Suharto menyebut pihaknya masih menunggu pusat terkait jam belajar selama Ramadan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Lampung Suharto mengaku pihaknya masih menunggu surat edaran terkait jam belajar selama Ramadan 2026.

Menurut Suharto, hingga saat ini surat edaran tersebut belum diterbitkan.

"Belum ada," ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Pihaknya akan menentukan kegiatan selama Ramadan dalam minggu ini.

"Tunggu dalam minggu ini," imbuh dia.

Hal sama dikatakan Kadisdikbud Lampung Thomas Amirico.

Dia menyebutkan, pihaknya masih menunggu surat edaran bersama (SEB) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri terkait teknis pembelajaran pada bulan Ramadan.

Menurut Thomas, surat edaran tersebut diharapkan sudah ada dalam minggu ini.

Ia juga menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan beberapa skema awal untuk pelaksanaan KBM selama Ramadan, meskipun rincian lebih lanjut baru bisa dipastikan setelah petunjuk resmi diterima.

Thomas mengungkapkan bahwa salah satu kebijakan awal yang sudah dipersiapkan adalah pengurangan durasi jam pelajaran selama Ramadan.

Pembelajaran di pagi hari akan dimulai lebih awal, yaitu pada pukul 07.30 WIB, dan setiap jam pelajaran akan dikurangi maksimal 10 menit dari waktu yang biasa.

Meskipun jam pelajaran dikurangi, Thomas menegaskan bahwa ketuntasan materi ajar tetap menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

"Satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran pada pagi hari akan mulai pada pukul 07.30 WIB, dan pengurangan durasi jam pelajaran maksimal 10 menit per mata pelajaran," ujar Thomas, Senin (9/2/2026).

Selain pembelajaran di kelas, Thomas juga mengingatkan pentingnya sekolah untuk mengisi kegiatan selama Ramadan dengan aktivitas yang mendukung penguatan karakter peserta didik.

Peningkatan iman dan takwa, akhlak mulia, serta kepemimpinan menjadi fokus utama, di samping kegiatan sosial yang dapat mempererat hubungan antar siswa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved