Berita Lampung

Jam Belajar Selama Ramadan, MKKS Lampung Tunggu Instruksi Pusat

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Lampung Suharto mengaku pihaknya masih menunggu surat edaran terkait jam belajar.

Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
TUNGGU PUSAT - Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Lampung Suharto menyebut pihaknya masih menunggu pusat terkait jam belajar selama Ramadan. 

Bagi peserta didik beragama Islam, Disdikbud Lampung mendorong pelaksanaan tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta kegiatan keagamaan lainnya yang bisa bekerja sama dengan pondok pesantren di sekitar sekolah.

Sementara untuk peserta didik non-Muslim, mereka dianjurkan mengikuti bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan yang sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Thomas juga menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi anak-anak selama bulan Ramadan.

Orang tua diharapkan dapat membimbing anak-anak dalam melaksanakan ibadah serta mendukung kegiatan belajar mandiri di rumah.

Keterlibatan orang tua dianggap sangat penting untuk menciptakan suasana Ramadan yang kondusif, baik dari segi ibadah maupun pembelajaran.

Mengenai libur Idul Fitri, Thomas menyampaikan bahwa ketentuan terkait libur tersebut masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.

Ia berharap keputusan terkait libur ini segera dikeluarkan agar pihak sekolah dapat menyusun jadwal pembelajaran dengan lebih jelas.

Sementara itu, Kabid Dikdas Disdikbud Kota Bandar Lampung Mulyadi Syukri juga mengungkapkan hal sama.

Ia mengaku pihaknya masih menunggu edaran resmi dari Kemendikdasmen dan Disdikbud Lampung.

Mulyadi memastikan, meskipun keputusan teknis belum ada, pengurangan jam belajar sudah menjadi kebijakan yang pasti diterapkan bagi siswa SD dan SMP di Bandar Lampung selama Ramadan.

"Untuk hari pertama bulan puasa, siswa SD dan SMP libur," ujar Mulyadi, Senin (9/2/2026).

Lebih lanjut, Mulyadi mengimbau agar sekolah-sekolah di Bandar Lampung dapat menyusun program pembelajaran yang lebih menekankan pada pembentukan karakter dan peningkatan ibadah selama bulan suci Ramadan.

"Program pembelajaran yang utama adalah yang berkaitan dengan karakter dan ibadah," tutupnya.

Hingga kini, masyarakat pendidikan di Provinsi Lampung masih menunggu keputusan lebih lanjut terkait regulasi dan ketentuan teknis pelaksanaan KBM selama Ramadan.

Semua pihak berharap agar kebijakan yang diambil bisa memberikan kenyamanan dan keberkahan bagi seluruh peserta didik dalam menjalani bulan puasa, sekaligus memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal meski dalam suasana Ramadan.

(Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved