Berita Lampung
Ratusan Siswa di Bandar Lampung Diduga Keracunan MBG, Dinkes Tunggu Hasil Lab
Adapun tiga sekolah yang siswanya mengalami gejala serupa yakni SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Ratusan siswa dari 3 sekolah di Bandar Lampung diduga keracunan MBG.
- Adapun 3 sekolah yang siswanya dilaporkan mengalami gejala serupa yakni SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.
- Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung kini masih menunggu hasil uji lab dari sampel makan para siswa.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ratusan siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (11/2/2026).
Adapun tiga sekolah yang siswanya dilaporkan mengalami gejala serupa yakni SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes dari Puskesmas Kemiling, di SDN 4 Sumberejo tercatat 77 siswa, 9 guru, dan 1 orang tua guru mengalami keluhan diare.
Sementara di SD Al Munawaroh, sebanyak 64 siswa, 11 guru dan penjaga sekolah, serta 1 orang tua guru turut terdampak.
Total dari dua sekolah itu mencapai 163 orang yang mengalami keluhan dan kini dalam pemantauan Puskesmas Kemiling. Dari jumlah itu, lima orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca juga: Wakil Ketua BGN Syok, Tiga Sekolah di Bandar Lampung Tak Terima MBG Sebulan
Dua guru dirawat di RS Graha Husada dan Klinik Idsa Medika, satu orang tua guru dirawat di RS Bumi Waras, serta dua murid dirawat di RS Bhayangkara dan RS Bintang Amin.
Dinkes juga melakukan verifikasi atas dugaan kasus serupa di SMPN 14 Bandar Lampung. Hasil pendataan menunjukkan 43 orang melaporkan gejala.
Sebanyak 37 orang menjalani rawat jalan, sementara enam lainnya harus dirawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni RS Bintang Amin, RS Bumi Waras, RS Beleza, dan Puskesmas Kemiling.
Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung masih menunggu hasil uji lab dari sampel makan para siswa yang diduga keracunan MBG, untuk memastikan apakah para siswa dan tenaga pengajar tersebut keracunan makan atau hal lain.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung mengungkapkan ketiga sekolah itu menerima pasokan makanan dari satu titik pelayanan yang sama di wilayah Kemiling.
"Laporan pertama kami terima dari wilayah kerja Puskesmas Kemiling terkait adanya siswa yang mengalami diare secara bersamaan," ujar Muhtadi, Minggu (15/2/2026).
Muhtadi menjelaskan, gejala muncul setelah para siswa dan guru mengonsumsi menu MBG berupa nasi, ketimun, anggur, tumis sayur, dan telur ceplok saus lada hitam.
"Gejala paling cepat muncul Rabu sore. Rata-rata diawali demam dan sakit perut, kemudian muntah dan diare. Ada juga yang awalnya mata bengkak dan gatal, lalu disusul demam," jelasnya.
Hasil investigasi sementara, ketiga sekolah tersebut diketahui menerima pasokan dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama di Kecamatan Kemiling.
Secara fisik, fasilitas pengolahan makanan dinilai cukup baik. Namun, terdapat kendala administratif yang membuat izin operasional belum dapat diterbitkan.
| Dua Pelaku Pembegalan Viral di Lampung Timur Serahkan Diri ke Polisi |
|
|---|
| Polisi Ungkap Identitas Lansia yang Ditemukan Tewas dalam Sumur di Tanggamus |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini 11 Juni 2026, Lampung Didominasi Cerah Berawan |
|
|---|
| Kronologi Penemuan Jasad Lansia di Dalam Sumur Rumahnya di Tanggamus, Berawal dari Bau Menyengat |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Lampung Kamis 11 Juni 2026, Cerah Berawan Sepanjang Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ratusan-siswa-dari-3-sekolah-di-Bandar-Lampung-diduga-keracunan-MBG-Diskes-tunggu-hasil-lab.jpg)