Berita Lampung

Willy Chandra Angkat Etnik Lampung Lewat Outer Modern “Bumi Tirta”, Berharap Menasional

Willy Chandra, pendiri creative studio sekaligus penggagas brand fashion etnik modern “Bumi Tirta” yang kini mulai mencuri perhatian.

Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
OUTER - Willy Chandra saat memamerkan outer buatannya di lobi Swiss Belhotel Lampung Selasa (17/2/2026). Outer tersebut mengangkat desain etnik Lampung. 

Ringkasan Berita:
  • Willy Chandra, pendiri creative studio sekaligus penggagas brand fashion “Bumi Tirta” dengan mengangkat desain etnik Lampung.
  • Bumi Tirta tak sekadar menjual produk fashion, tetapi juga membawa cerita, identitas, dan harapan agar tapis Lampung semakin dikenal luas. 
  • Willy berharap entik Lampung dapat diterima di fashion nasional.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Seorang pria tampak atusias menceritakan filosofi di balik setiap desain outer yang dia pamerkan di lobi Swiss Belhotel Lampung, Selasa (17/2/2026).

Pria tersebut adalah Willy Chandra, pendiri creative studio sekaligus penggagas brand fashion etnik modern “Bumi Tirta” yang kini mulai mencuri perhatian.

Bumi Tirta mengusung konsep outer dengan sentuhan kain tenun dan tapis khas Lampung

Outer adalah istilah fesyen untuk pakaian luar (luaran) yang dikenakan di atas pakaian utama (inner/atasan) seperti kaos, kemeja, atau dress. 

Meski terbilang baru dalam tahap produksi bahkan belum genap setahun, ide dan konsep Willy Chandra telah dirintis sejak tahun lalu.

Baca juga: Modal Nekat Desi Bikin House Tapis Citra Beromzet hingga Puluhan Juta, Mulai dari Nol

“Kalau ide dan konsep sudah dari tahun kemarin. Tapi untuk produksi yang benar-benar matang, baru satu-dua bulan ini kami fokus,” jelasnya Selasa (17/2/2026).

Willy belum menyebut tempat usahanya sebagai galeri. Ia lebih nyaman menyebutnya sebagai creative studio. Karena proses eksplorasi desain dan pengembangan produk masih terus berjalan bersama timnya.

Diungkap Willy, setiap outer dikerjakan secara manual dengan proses yang cukup detail. Mulai dari pencarian desain, penentuan pola, pemilihan warna, hingga proses jahit dan pemasangan tapis atau sulaman.

“Untuk satu outer bisa memakan waktu 3 sampai 5 hari. Karena ada tenun, ada tapis, dan semuanya dikerjakan manual,” bebernya.

Bumi Tirta menargetkan pasar ibu-ibu muda dan perempuan pekerja yang ingin tampil simpel namun tetap elegan. Menurut Willy, outer menjadi pilihan karena fleksibel dan mudah dipadupadankan.

“Outer itu simpel. Dipakai dengan jeans cocok, untuk acara resmi tinggal padukan dengan kemeja. Mau santai pakai kaos juga bisa,” ujarnya.

Soal harga, Bumi Tirta membanderol produknya mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung motif dan detail pengerjaan. 

Outer dengan desain lebih simpel berada di kisaran harga awal, sementara yang memiliki detail tapis dan pernik lebih kompleks berada di harga lebih tinggi.

Dalam satu minggu pertama dipajang secara offline, tiga potong berhasil terjual. 

Meski secara hitungan sederhana bisa mencapai belasan potong per bulan, Willy mengaku belum menjadikan omzet sebagai fokus utama.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved