Berita Lampung
Willy Chandra Angkat Etnik Lampung Lewat Outer Modern “Bumi Tirta”, Berharap Menasional
Willy Chandra, pendiri creative studio sekaligus penggagas brand fashion etnik modern “Bumi Tirta” yang kini mulai mencuri perhatian.
Penulis: Bintang Puji Anggraini | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
“Kalau bicara omzet, saya belum ke sana. Yang penting produk kami diterima pasar dulu. Itu sudah jadi kebanggaan tersendiri,” ungkapnya.
Ke depan, ia menargetkan penjualan 20–30 potong per bulan sebagai langkah awal, sembari melihat respons pasar.
Dari respons pelanggan, desain yang paling diminati adalah outer dengan warna-warna netral dan simpel. Namun tetap mempertahankan identitas etnik Lampung melalui sentuhan tapis atau sulaman ringan.
Untuk padu padan, Willy menyarankan gaya minimalis. Misalnya outer biru dipadukan dengan dalaman hitam dan jeans, atau disesuaikan dengan warna hijab bagi yang berhijab.
Ia menegaskan, outer Bumi Tirta bisa dikenakan baik oleh perempuan berhijab maupun non-hijab. Di balik bisnis yang baru dirintis ini, tersimpan misi yang lebih besar yaitu mengangkat wastra dan budaya Lampung ke kancah nasional.
“Karena kita tinggal di Lampung, ada kebanggaan sendiri. Apa yang bisa kita lakukan untuk provinsi ini? Syukur-syukur ke depan, hanya dari sebuah outer, etnik Lampung bisa diterima di fashion nasional,” tuturnya.
Selama ini, pasar nasional lebih akrab dengan batik dari Pulau Jawa. Padahal, menurut Willy, Lampung juga memiliki kekayaan wastra yang tak kalah indah.
Dengan semangat tersebut, Bumi Tirta tak sekadar menjual produk fashion, tetapi juga membawa cerita, identitas, dan harapan agar tapis Lampung semakin dikenal luas.
“Belum waktunya mungkin, atau memang perlu strategi khusus. Tapi kami optimis,” pungkas Willy. ( Tribunlampung.co.id / Bintang Puji Anggraini)
| Polisi di Lampung Selatan Beberkan Kunci Keberhasilan Bongkar Pencurian Gerai ATM Mini |
|
|---|
| Lakalantas, Kakek-kakek Kemudikan Mobil Tabrak IRT di Natar Lampung Selatan |
|
|---|
| Nyawa Melayang Akibat Amuk Massa, Polisi di Lampung Tengah Ingatkan Bahaya Main Hakim Sendiri |
|
|---|
| Komplotan Pencuri Pakai Garam demi Memuluskan Pencurian Sapi di Pringsewu Lampung |
|
|---|
| Jalan di Pesisir Tanggamus Lampung Belum Pernah Diaspal Sejak Indonesia Merdeka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Outer-etnik-Lampung-Willy-Chandra-berharap-menasional.jpg)