Berita Lampung
Libatkan Kantin Sekolah di Lampung, Distribusi MBG ke Siswa Bakal Makin Cepat
keterlibatan kantin sekolah di Lampung dapat mempercepat distribusi makan bergizi gratis (MBG) kepada siswa
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni yuntavia
Ringkasan Berita:
- keterlibatan kantin sekolah dapat memberikan sejumlah keuntungan, mulai dari efisiensi anggaran hingga mempercepat distribusi MBG kepada siswa.
- pengawasan kualitas makanan juga lebih mudah dilakukan oleh pihak sekolah.
- kualitas makanan juga bisa lebih terkontrol karena langsung berada di lingkungan sekolah
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Kota Bandar Lampung menyambut positif wacana Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan menggandeng kantin sekolah sebagai penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia, termasuk kantin sekolah, sebagai dapur pelaksana MBG, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Langkah ini dinilai dapat memperluas jangkauan program sekaligus menekan kebutuhan pembangunan dapur baru.
Kepala BGN, Nanik S Deyang, menyebut pemanfaatan fasilitas yang telah ada menjadi salah satu opsi untuk mempercepat perluasan layanan MBG dan menghemat anggaran pembangunan dapur baru di tengah upaya pemerintah mencari alternatif pembiayaan selain melalui APBN.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris KKKS SD Kota Bandar Lampung, Taufik Hidayat menilai keterlibatan kantin sekolah dapat memberikan sejumlah keuntungan, mulai dari efisiensi anggaran hingga mempercepat distribusi MBG kepada siswa.
"Secara resmi saya belum sepenuhnya mengetahui informasi terkait rencana menggandeng kantin sekolah sebagai penyedia MBG. Namun jika benar akan diterapkan, tentu ini langkah yang sangat baik," kata Taufik, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, pemanfaatan kantin sekolah akan membuat proses distribusi makanan menjadi lebih cepat dan MBG yang diterima siswa lebih segar.
Selain itu, pengawasan kualitas makanan juga lebih mudah dilakukan oleh pihak sekolah.
"Selain efisiensi anggaran dan waktu distribusi, kualitas makanan juga bisa lebih terkontrol karena langsung berada di lingkungan sekolah. Kebijakan ini juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal," ujarnya.
Meski demikian, Taufik mengakui sebagian besar sekolah saat ini belum sepenuhnya siap apabila kebijakan tersebut segera diberlakukan.
Masih banyak sarana dan prasarana yang harus dipenuhi agar kantin sekolah dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
"Kalau berbicara siap atau belum siap, secara umum kami belum siap. Namun apabila sudah menjadi kebijakan pemerintah, tentu kami akan berupaya menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan," jelasnya.
Ia menyebut sejumlah aspek yang perlu dibenahi antara lain kapasitas kantin untuk menampung jumlah siswa, ruang produksi atau memasak, hingga standar kebersihan dan keamanan pangan.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa bimbingan teknis, pendampingan, serta bantuan sarana dan prasarana sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
"Harus ada regulasi yang jelas terkait pembenahan kantin agar dapat memenuhi kriteria dan standar yang diinginkan oleh BGN," tambahnya.
| Warga Bandar Lampung Penunggak Pajak PBB-P2 dari Tahun 1992 hingga 2025 Dibebaskan Denda |
|
|---|
| Terjatuh Usai Curi Motor, Remaja di Lampung Terkapar Dikeroyok Warga |
|
|---|
| Polisi Cek CCTV Terkait Remaja Terduga Pencuri Motor Tewas Diamuk Warga di Lampung Selatan |
|
|---|
| Pakai Ember Dua Pelaku Pungli di Lampung Tampung Uang dari Pengendara Jalinsum |
|
|---|
| Bulog Lampung Salurkan 21,6 Ribu Ton Beras Bantuan Pangan ke Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ratusan-Siswa-SMAN-6-Bandar-Lampung-diduga-keracunan-MBG.jpg)