Berita Lampung

Gamis “Bini Orang” Laris di Pasar Bambu Kuning, Pembelinya Remaja sampai Nenek-nenek

Gamis bini orang yang tengah viral di media sosial ternyata ada di Pasar Bambu Kuning.

Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
GAMIS - Beberapa koleksi gamis bini orang di toko Keisya Pasar Bambu Kuning, Bandar Lampung. Gamis bini orang kini diburu setelah viral di media sosial. 
Ringkasan Berita:
  • Gamis bini orang yang tengah viral di media sosial ada di Pasar Bambu Kuning.
  • Pedagang di Pasar tersebut mengakui gamis bini orang sedang diburu pembeli.
  • Ternyata selain viral, gamis tersebut bahannya adem sehingga nyaman dipakai.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Deretan toko busana muslim di Pasar Bambu Kuning, Kota Bandar Lampung, tampak berjajar rapi memamerkan beragam pilihan gamis yang dipajang di depan, Kamis (19/2/2026).

Gamis bini orang yang tengah viral di media sosial ternyata ada di Pasar Bambu Kuning. Pemilik Toko Keisya, Dewi mengakui gamis bini orang ini sedang ramai dicari oleh masyarakat.

“Model ini banyak sekali dicari, banyak juga yang beli untuk dipakai lebaran nanti,” ungkapnya Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, gamis bini orang banyak dicari karena selain viral, bahannya adem saat dipakai dan tidak membuat tubuh menjadi lebih gendut.

“Bahannya ringan, adem, dan nyaman dipakai seharian. Itu yang bikin banyak orang suka,” kata Dewi.

Baca juga: Gamis dan Jilbab Pashmina Senada Jadi Tren Baju Lebaran di Bandar Lampung

Warna-warna paling best seller untuk gamis ini yaitu warna soft seperti biru muda dan kuning pastel. 

Selain itu, varian warna BW (broken white) juga banyak dicari karena tampil elegan dan cocok digunakan saat momen Lebaran.

Dari segi harga, gamis ini akan dibanderol bervariasi. Untuk model standar menggunakan bahan ceruty di kisaran Rp 250 ribu, sementara bahan premium menggunakan elora premium dan bahan lainnya bisa mencapai Rp 350 ribu. 

“Gamis ini lagi viral banget, untuk penjualan bisa mencapai hingga 20 potong per hari atau sekitar satu kodi,” jelas Dewi.

Ia juga mengatakan bahwa para pelanggan yang membeli gamis ini tidak hanya diminati kalangan tertentu. Dari anak remaja, ibu muda, hingga wanita berumur (nenek-nenek).

“Biasanya yang cari gamis ini untuk seragaman sekeluarga, jadi semua bisa pakai,” tutupnya.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved