Berita Lampung
Ditolak Administrasi, 2 Lansia di Tegalombo Dapat Rumah Layak Berkat Aksi Aiptu Bambang
Aiptu Bambang menunjukkan bahwa pengabdian seorang anggota Polri tak berhenti pada menjaga keamanan dan ketertiban.
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
- Aiptu Bambang, Bhabinkamtibmas Polsek Way Bungur, menunjukkan pengabdian lebih dari sekadar menjaga keamanan.
- Baru sebulan bertugas di Desa Tegalombo, Lampung Timur, ia dihadapkan pada persoalan kemanusiaan yang menggugah hati.
- Saat menghadiri rapat BLT Dana Desa (DD) Khusus, rapat membahas program bedah rumah untuk warga kurang mampu.
Tribunlampung.co.id, Lampung Timur- Di tengah tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Way Bungur, Aiptu Bambang menunjukkan bahwa pengabdian seorang anggota Polri tak berhenti pada menjaga keamanan dan ketertiban.
Baru sebulan bertugas di Desa Tegalombo, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, ia justru dihadapkan pada persoalan kemanusiaan yang menggugah hati.
Semua bermula saat Aiptu Bambang menghadiri rapat BLT Dana Desa (DD) Khusus di Balai Desa Tegalombo. Agenda rapat membahas rencana program bedah rumah bagi warga kurang mampu.
Dalam forum tersebut, dua nama lansia diusulkan sebagai penerima bantuan, yakni Mbah Pairan (62) dan Mbah Solekan (78).
Aiptu Bambang dibuat kaget saat suasana rapat mendadak memanas.
Baca juga: Dentuman Petasan di TPU Resahkan Warga, Polisi Turun Cegah Konflik Remaja
Sejumlah peserta menolak kedua lansia tersebut karena dianggap tidak memenuhi syarat administrasi dan tidak memiliki tanah atas nama pribadi.
Padahal, nominal bantuan BLT DD Khusus sebesar Rp 10 juta jika terealisasi untuk bedah rumah pun sangat minim dan jauh dari cukup untuk membangun rumah layak huni.
"Dari informasi yang kami dapat, pada 2025 lalu, kedua lansia ini juga pernah diusulkan, tapi kembali ditolak dan gagal karena terbentur aturan serupa," ujar Bambang, Jumat (20/2/2026).
Bambang mengatakan, ia pun langsung meminta keterangan lebih lanjut dari aparat desa setempat.
Kepada Bambang, Kepala Dusun 4 Marsin bersama anggota BPD Sunarya menyampaikan kondisi sebenarnya dari kedua lansia tersebut yang tergolong miskin ekstrem dan sangat layak untuk dibantu.
Hal itu terbukti saat Bambang melihat langsung kediaman dan kondisi Mbah Pairan di RT 16 Dusun 4. Ia hidup sebatang kara dan menumpang di tanah milik keponakannya. Rumahnya jauh dari kata layak. Untuk bertahan hidup, ia memelihara empat ekor kambing.
Hal serupa juga terjadi di RT 17. Mbah Solekan menjalani hari-harinya seorang diri, menumpang di tanah milik saudaranya. Puluhan tahun keduanya hidup dalam keterbatasan, menggantungkan harapan pada bantuan tunai dan beras dari pemerintah.
"Kalau hanya terpaku pada aturan, mungkin mereka tidak akan pernah punya rumah layak. Tapi kalau kita bergerak bersama, pasti ada jalan," ujar Bambang.
Tak ingin aturan menjadi tembok penghalang kemanusiaan, Bambang menginisiasi musyawarah bersama kepala dusun, ketua RT, dan anggota BPD.
Dari pertemuan itu, disepakati pembentukan panitia bedah rumah secara swadaya. Warga sepakat bergotong royong membangun rumah untuk kedua lansia tersebut. Bambang pun dipercaya menjadi ketua panitia.
| Pengurus KDMP Asal Pesawaran Ikut Bimtek Pengelolaan Koperasi |
|
|---|
| Respons dr Yulita Usai Direkom Jadi Calon Direktur RSPTN Unila |
|
|---|
| Kajati Lampung Lantik Wakajati dan Kajari Lamtim, Danang Harap Beri Energi Baru |
|
|---|
| Masuk ke Kandang, SR Bawa Kabur Kambing Rambon Milik Petani di Punggur |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Gantung Garuda Dikebut, Warga Lamteng Harap Ekonomi Meningkat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/BERIKAN-SEMBAKO-Bhabinkamtibmas-Polsek-Way-Bungu.jpg)