Berita Lampung

Area Pemakaman Jadi Arena "Perang,"  Warga Pringsewu Terusik dengan Aksi Lempar Petasan 

Ramadan yang seharusnya berlangsung khusyuk justru kembali diwarnai keresahan di Area TPU Kelurahan Pringsewu Selatan.

Tayang:
Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Polres Pringsewu
PERSUASIF - Suasana Area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Pringsewu Selatan, Jumat pagi (20/2/2026) dijaga polisi karena kerap dijadikan lokasi perang petasan. Polisi mengedepankan pendekatan persuasif kepada para remaja yang kedapatan berkumpul. 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu Ramadan yang seharusnya berlangsung khusyuk justru kembali diwarnai keresahan di Area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Pringsewu Selatan.

Dentuman petasan dan kembang api yang terjadi pada Kamis malam (19/2/2026) mengusik ketenangan warga sekitar. Puluhan remaja dilaporkan terlibat aksi saling lempar petasan, menjadikan area pemakaman berubah menjadi arena “perang” sesaat setelah sahur.

Suara ledakan keras dan kilatan cahaya tak hanya memecah suasana malam, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi bahaya kebakaran maupun cedera.

“Suara petasannya keras sekali. Anak-anak kecil sampai terbangun, orang tua juga kaget,” ujar Fikri, salah satu warga setempat.

Menurutnya, kejadian serupa hampir selalu berulang setiap Ramadan. Area TPU kerap dijadikan titik kumpul remaja, bahkan tidak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari luar kelurahan.

“Yang datang bukan cuma anak sini. Ada juga dari desa lain, bahkan luar kecamatan,” katanya.

Warga mengaku sudah beberapa kali menegur secara langsung. Namun, upaya itu belum cukup efektif menghentikan aksi perang petasan.

“Kalau ditegur, paling pindah sebentar. Nanti balik lagi,” tambahnya.

Keresahan warga ini akhirnya mendapat respons dari aparat kepolisian. Jumat pagi (20/2/2026), personel Polres Pringsewu bersama Polsek Pringsewu Kota terlihat berjaga dan berpatroli di sekitar lokasi.

Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra mengatakan patroli tersebut merupakan langkah preventif agar situasi tetap kondusif selama Ramadan.

“Kami ingin Ramadan tetap terasa aman dan nyaman. Jangan sampai hanya karena petasan, malah menimbulkan masalah,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif kepada para remaja yang kedapatan berkumpul.

“Anak-anak kami beri pembinaan dan diingatkan tentang bahaya petasan, baik dari sisi keselamatan maupun konsekuensi hukumnya,” jelasnya.

Menurutnya, jika dibiarkan, perang petasan berpotensi berkembang menjadi konflik antar kelompok.

“Awalnya mungkin hanya iseng, tapi kalau sudah saling tantang dan lempar, bisa berkembang menjadi perkelahian. Ini yang kami cegah sejak dini,” tegasnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved