Berita Lampung
Gubernur Lampung Ingatkan Drainase Bisa Picu Jalan Rusak, Harus Dipastikan Berfungsi
Saluran air yang tersumbat hingga meluap ke badan jalan, menjadi salah satu penyebab kerusakan.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengingatkan bahwa kerusakan jalan tidak hanya disebabkan oleh beban kendaraan.
Tapi, lanjut dia, juga karena sistem drainase yang kurang optimal. Saluran air yang tersumbat hingga meluap ke badan jalan, menjadi salah satu penyebab kerusakan.
“Drainase harus dipastikan bersih dan berfungsi dengan baik agar air tidak menggenang dan merusak badan jalan,” ujar Mirza saat meninjau ruas jalan Metro-Kota Gajah, Lampung Tengah, Senin (23/2/2026).
Ruas jalan yang ditinjau tersebut termasuk Jalan Pattimura, yang kini sedang dilakukan perbaikan untuk persiapan mudik Lebaran 2026.
Gubernur Mirza memastikan perbaikan berupa penutupan lubang dan perataan badan jalan dilakukan secara cepat dan sesuai standar teknis.
Baca juga: Pemprov Lampung Siapkan 62 Paket Pekerjaan Jalan, Target Pembangunan Dimulai Maret 2026
Penanganan tersebut dilakukan pemerintah untuk sementara agar jalan tetap bisa dilalui dengan aman.
Setelah Lebaran, ruas Jalan Pattimura sepanjang sekitar satu kilometer direncanakan dibangun menggunakan konstruksi rigid beton dengan anggaran sekitar Rp10 miliar.
Gubernur Mirza juga meninjau ruas Metro–Kota Gajah. Pada ruas itu dilakukan pengerukan saluran air di bahu jalan guna memastikan aliran air tetap lancar dan mencegah genangan.
Juga dikerjakan penutupan lubang dan perataan badan jalan. Mirza mengatakan, pemeliharaan ini merupakan respons cepat untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Selain itu, Gubernur juga meninjau ruas Bandar Jaya–Simpang Mandala, Lampung Tengah, yang pada 2025 telah dibangun menggunakan konstruksi rigid beton.
Penanganan serupa juga dilakukan di sejumlah ruas strategis lainnya oleh UPTD di masing-masing wilayah, antara lain ruas Kali Rejo–Bangun Rejo, Kotabumi–Bandar Abung, serta Daya Murni–Gunung Batin.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan penanganan yang dilakukan saat ini merupakan pemeliharaan rutin dan darurat dengan fokus pada perbaikan titik-titik kerusakan.
“Untuk kepentingan mudik, jalan provinsi harus aman dan nyaman dilalui. Ruas yang masuk pemeliharaan kami tangani sebelum Lebaran supaya tidak ada lubang yang membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemeliharaan jalan berbeda dengan program pembangunan 62 ruas jalan provinsi tahun 2026 yang akan dilaksanakan setelah proses tender selesai pasca Lebaran.
“Pemeliharaan menjelang Lebaran tetap berjalan, sedangkan pembangunan 2026 dilaksanakan setelah tender. Ini dua proses yang berbeda dan tidak saling tumpang tindih,” jelasnya.
Pemprov Lampung juga menyiapkan pembangunan infrastruktur di 62 ruas jalan provinsi yang akan dilaksanakan setelah Lebaran.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Lampung.
( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama )
| Distribusi Tersendat, Harga MinyaKita di Pesawaran Lampung Melonjak |
|
|---|
| Terbagi 2 Kloter, Jemaah Haji Tanggamus Lampung Berangkat 7 Mei dan 17 Mei |
|
|---|
| Hari Kartini dan Hari Bumi 2026: WFD Perkuat Aksi Perempuan Penjaga Hutan |
|
|---|
| Pajak Kendaraan Beda Identitas, Dirlantas Polda Lampung Tunggu Hasil Rakor Tiga Instansi |
|
|---|
| Sempat Disegel, Balai Kampung di Terusan Nunyai Lampung Tengah Dibobol Maling |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Mirza-tinjau-Jalan-Pattimura-Metro.jpg)