Berita Lampung

Distribusi Tersendat, Harga MinyaKita di Pesawaran Lampung Melonjak

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pesawaran Lampung mengambil langkah cepat untuk memulihkan distribusi Minyakita

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id
PEMULIHAN DISTRIBUSI - Foto ilustrasi, minyak goreng Minyakita. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pesawaran mengambil langkah cepat untuk memulihkan distribusi. 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Gangguan distribusi minyak goreng bersubsidi MinyaKita dalam beberapa pekan terakhir memicu perubahan pola pasokan di pasar tradisional Kabupaten Pesawaran Lampung. 

Ketika jalur resmi dari Perum Bulog sempat terhenti, pedagang beralih ke sumber alternatif yang berdampak langsung pada lonjakan harga di tingkat eceran.

Situasi ini mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pesawaran mengambil langkah cepat untuk memulihkan distribusi. Koordinasi intensif dengan Bulog dilakukan agar pasokan kembali masuk ke pasar pemerintah dan menstabilkan harga yang sempat menyimpang dari ketentuan.

Kepala Disperindag Pesawaran, Razak, mengungkapkan bahwa kekosongan distribusi resmi selama hampir satu bulan menjadi titik awal ketidakseimbangan pasar. Dalam kondisi tersebut, pedagang tidak memiliki pilihan selain mencari stok dari jalur non-subsidi dengan harga lebih tinggi.

Akibatnya, harga MinyaKita yang semestinya berada di kisaran Rp15.700–Rp16.000 per liter melonjak hingga sekitar Rp20.000 per liter di sejumlah titik. Kenaikan ini bukan disebabkan oleh kebijakan harga resmi, melainkan efek berantai dari mahalnya harga tebus yang diterima pedagang.

“Begitu pasokan resmi terhenti, mekanisme pasar berubah. Pedagang menyesuaikan harga karena biaya perolehan mereka juga naik,” jelas Razak.

Fenomena ini terjadi hampir merata di berbagai pasar tradisional di wilayah Kabupaten Pesawaran. Selain kenaikan harga, terbatasnya stok juga membuat variasi produk di lapak pedagang berubah, dengan lebih banyak minyak non-subsidi beredar.

Kini, distribusi dari Bulog mulai kembali berjalan. Pemerintah daerah berharap langkah percepatan ini dapat segera mengembalikan keseimbangan pasar dan menekan harga ke level yang sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Di sisi lain, masyarakat diimbau lebih selektif dalam membeli minyak goreng, terutama memastikan produk berasal dari jalur distribusi resmi guna menghindari harga yang tidak wajar.

( Tribunlampung.co.id
 
 
 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved