Berita Lampung
Akademisi Lampung Ingatkan Dampak Serangan AS–Israel ke Teheran, Harga BBM Naik
Serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi strategis di Iran dan memicu ledakan di beberapa titik ibu kota.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Akademisi Lampung ingatkan dampak serangan Amerika Serikat - Israel ke Taheran.
- Dampak langsung dinilai belum kelihatan untuk Indonesia khususnya Lampung.
- Namun yang perlu diketahui jika selama ini Indonesia tergantung pada impor BBM.
- Oleh karena itulah Lampung juga harus siap menghadapi lonjakan harga BBM.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Teheran, Iran, pada Sabtu (28/2/2026) memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi strategis di Iran dan memicu ledakan di beberapa titik ibu kota.
Operasi militer gabungan yang dilakukan AS dan Israel itu merupakan salah satu serangan terbesar terhadap Iran dalam beberapa dekade terakhir.
Serangan ini kemudian memicu respons cepat dari Teheran yang meluncurkan rudal dan drone ke berbagai target di kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah Israel dan pangkalan militer AS.
Rudal-rudal Iran dilaporkan menyasar sejumlah pangkalan militer AS di semua Negara Teluk seperti Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Situasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik menjadi perang regional.
Baca juga: Serangan AS-Israel Tewaskan Ayatullah Ali Khamenei dan Keluarga
Diminta pendapat mengenai persoalan itu, Pengamat Internasional yang merupakan Dosen Hubungan Internasional dan Pemerintahan FISIP Universitas Lampung, Prof Ari Darmastuti, menilai dampak konflik tersebut memicu krisis jika perang berlangsung lama.
“Dampak langsung jangka pendek mungkin belum terasa. Tapi jangka menengah dan panjang akan sangat buruk kalau perang terus berlanjut,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, Indonesia termasuk daerah seperti Lampung perlu mewaspadai dampak ekonomi, terutama di sektor energi, karena ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.
“Karena Indonesia bergantung pada impor BBM, maka Lampung juga harus bersiap menghadapi lonjakan harga BBM,” katanya.
Ia juga menilai konflik berpotensi berlangsung lama karena kemungkinan keterlibatan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.
“Kalau konflik terus berkembang, bukan tidak mungkin akan berlangsung lama. Irak sudah mulai terlibat. Meski mungkin tidak terlalu signifikan, Arab Saudi juga bisa ikut terlibat karena wilayahnya yang menjadi pangkalan militer Amerika Serikat diserang Iran,” jelasnya.
Terkait sikap Indonesia, ia menyarankan pemerintah lebih fokus pada langkah antisipasi dalam negeri.
“Daripada ikut manuver politik internasional, lebih baik memperkuat skenario terburuk akibat perang ini, mencari energi alternatif, dan menyiapkan skenario penghematan energi,” ujarnya.
Serangan dan balasan rudal yang terus berlangsung hingga kini membuat ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat dan memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap stabilitas global, termasuk sektor energi dan ekonomi.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Arinal Mangkir, Kejati Akan Jadwalkan Ulang Pemanggilan Eks Gubernur Lampung |
|
|---|
| 3 Warga Ditangkap Terkait Tewasnya Pelaku Curanmor di Lampung Tengah |
|
|---|
| WFH Jumat Mulai Berlaku, Kampus Itera Tetap Hidup dan Padat Aktivitas Mahasiswa |
|
|---|
| Indentitas Korban Tewas dalam Kecelakaan Mobil Ford Tabrak Motor di Natar |
|
|---|
| Lampu PJU di Jalinteng Hilang, BPTD Siapkan 2 Skema, Keterbatasan Anggaran Jadi Kendala |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Serangan-ASIsrael-ke-Teheran-Picu-Balasan-Rudal-Iran-Akademisi-Ingatkan-Dampak-Energi.jpg)