Berita Lampung

Punggung Pelajar Bandar Lampung Dibacok Sepulang Tarawih, Diduga Diserang Geng Motor  

Seorang pelajar SMP di Bandar Lampung diduga menjadi korban penyerangan geng motor, Jumat (27/2/2026) malam.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Istimewa
DIJAHIT - Korban F terbaring saat petugas medis menjahit luka, Minggu (1/3/2026). Selain luka di kepala, pelajar F juga mengalami luka bacok dan sayatan di bagian punggung. 

Namun, penanganan kasus kini berada di bawah kewenangan Polresta Bandar Lampung.

“Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Polresta Bandar Lampung. Kami turut prihatin atas peristiwa tersebut,” ujar Budi.

Ia menegaskan patroli rutin terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing.(byu)

Satgas Gabungan

Demi mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif selama Ramadan, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menginstruksikan pembentukan tim Satgas Gabungan yang melibatkan berbagai elemen.

Mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga Ketua RT, Lurah, Linmas, dan Camat.

"Semua jajaran harus turun ke lapangan.Tim Satgas harus proaktif melakukan patroli, dan jika menemukan kerumunan atau aktivitas mencurigakan, langsung lakukan interogasi," tegas Wali Kota.

Eva juga mengingatkan kepada orang tua agar lebih perhatian terhadap pergaulan anak-anak mereka.

Banyak kasus, menurutnya, orang tua tidak menyadari anak-anak mereka terlibat dalam tindakan yang membahayakan.

"Orang tua harus lebih aktif memantau aktivitas anak-anak mereka. Jika tim kami menemukan sesuatu yang mencurigakan, kami akan langsung melakukan interogasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti," imbuh Walikota.

Patroli akan diperketat, terutama pada jam-jam rawan, seperti menjelang sahur. Satgas Gabungan memiliki wewenang untuk memeriksa remaja yang terlibat dalam kerumunan mencurigakan.

Setiap pelanggaran akan ditindaklanjuti langsung dengan pihak kepolisian. Dengan langkah-langkah preventif ini, Pemerintah Kota dan Polresta Bandar Lampung berharap fenomena perang sarung dapat diminimalisir.

( Tribunlampung.co.id )

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved