Berita Lampung

DPRD Lampung Tunggu Upaya Antisipasi Campak dari Dinas Kesehatan 

Komisi V DPRD Lampung menyoroti belum terealisasinya langkah antisipasi penyebaran penyakit campak yang sebelumnya diajukan dinas kesehatan

Penulis: Riyo Pratama | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
ANTISIPASI CAMPAK - Ketua Komisi V DPRD Lampung Yanuar Irawan saat diwawancarai di ruangannya beberapa waktu lalu. Komisi V DPRD Lampung menyoroti belum terealisasinya langkah antisipasi penyebaran penyakit campak yang sebelumnya diajukan oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Komisi V DPRD Lampung menyoroti belum terealisasinya langkah antisipasi penyebaran penyakit campak yang sebelumnya diajukan oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung.

Ketua Komisi V DPRD Lampung, Yanuar Irawan, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu realisasi langkah penanganan yang telah direncanakan oleh Diskes.

“Dinas Kesehatan memang sudah mengajukan langkah antisipasi, tapi sampai hari ini belum ada realisasinya. Jadi kita masih menunggu,” ujar Yanuar, Minggu (9/3/2026).

Menurutnya, DPRD melalui Komisi V meminta Diskes Lampung segera menyampaikan apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia menegaskan, DPRD siap membantu mencarikan solusi agar upaya pencegahan penyebaran campak dapat segera dilakukan.

“Kami sudah sampaikan kepada Dinas Kesehatan, kalau misalnya ada kendala agar disampaikan lagi ke DPRD, dalam hal ini Komisi V sebagai mitranya. Nanti kita carikan solusi, apakah perlu langsung berkoordinasi dengan kementerian atau seperti apa langkahnya,” jelasnya.

Sementara itu, terkait jumlah warga yang terdampak campak, Yanuar mengungkapkan Diskes Lampung hingga kini belum dapat memastikan data pasti kasus yang terjadi.

Meski demikian, informasi yang diterima DPRD menunjukkan adanya indikasi penambahan kasus campak di beberapa wilayah di Lampung.

“Datanya berapa yang terdampak mereka juga belum bisa menjelaskan secara pasti. Tapi menurut mereka, memang ada penambahan kasus. Hanya saja belum bisa diprediksi berapa jumlahnya maupun kemungkinan penambahan ke depan,” katanya.

( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama ) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved