Berita Lampung

Perbaikan Jalan Terkendala Cuaca, Pengerjaan Penutupan Lubang di Jalan Nasional Mundur

pemandangan aspal mengelupas, debu beterbangan, hingga manuver pengendara menghindari lubang masih menjadi pemandangan yang tak asing.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
PERBAIKAN JALAN - Perbaikan jalan di Jalan Soekarno-Hatta (Bypass), Selasa (12/3/2026). Perbaikan jalan terkendala cuaca, pengerjaan penutupan lubang di jalan nasioanal mundur. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Di bawah terik matahari yang sesekali bersembunyi di balik awan, Basri (67) menyeka keringat di depan warung kelontong miliknya.

Lokasinya hanya selemparan batu dari Gapura Selamat Datang Bandar Lampung, Rajabasa, tepat di sisi Jalan Soekarno-Hatta (Bypass) yang kini tengah bersiap menyambut arus mudik Lebaran 2026.

Di usia senjanya, Basri menjadi saksi bagaimana ribuan kendaraan setiap harinya berjibaku dengan kondisi jalan di jalur utama penghubung Sumatera ini.

Menuju Lebaran yang tinggal menghitung hari, pemandangan aspal mengelupas, debu beterbangan, hingga manuver pengendara menghindari lubang masih menjadi pemandangan yang tak asing bagi matanya.

Tatapan Basri tertuju pada Bundaran Hajimena atau Tugu Radin Inten, titik krusial pertemuan arus dari Bandar Lampung serta Jalur Lintas Sumatera menuju Bakauheni.

Baca Juga Pemprov Lampung Kebut Perbaikan Jalan Jelang Mudik Lebaran 2026

Tepat di depan pos polisi yang berjarak hanya beberapa meter dari warungnya, sebuah kubangan air cukup besar terlihat menganga, Selasa (10/3) pukul 10.10 WIB.

Kondisi aspal yang terkelupas diperburuk oleh tumpukan sedimen pasir yang menyumbat drainase.

Akibatnya, air hujan tak punya jalan keluar dan menciptakan jebakan bagi siapa saja yang melintas.

"Jalan rusak ini sudah cukup lama. Dua pekan lalu sudah sempat ada yang datang katanya mau ada perbaikan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut," ujar Basri.

Bagi pria paruh baya ini, tindakan nyata jauh lebih berarti daripada sekadar survei.

"Yang penting dibenerin, bukan cuma datang, tanya-tanya, foto-foto, tapi besoknya jalan masih nggak berubah. Apalagi ini mau mudik, kalau hujan deras motor nggak bisa lewat sini," ucap dia.

Dari pantauan tim Tribun Lampung saat menyusuri ruas Bypass menuju arah Panjang, keluhan Basri terbukti bukan isapan jempol belaka. Lubang dengan ukuran bervariasi tersebar bak ranjau di sepanjang jalan.

Di depan kampus Poltekes Bandar Lampung, Polinela, hingga u-turn di bawah flyover Jalan Komarudin, lubang sedalam 5-10 cm tampak telah ditandai dengan cat semprot putih, sebuah kode lubang telah masuk antrean perbaikan.

Namun, di depan Gedung Bagas Raya, Way Halim, pukul 10.45 WIB, puluhan lubang kecil tanpa penanda memaksa pengendara meningkatkan kewaspadaan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved