Mudik Lebaran
DPRD Lampung Dukung Penempatan Sniper di Sejumlah Titik Rawan Selama Mudik
Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung, Yusnadi mengatakan, pengamanan tersebut merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP).
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – DPRD Lampung mendukung langkah pengamanan yang dilakukan aparat menjelang arus mudik Lebaran, termasuk penempatan sniper di sejumlah titik rawan guna memastikan keamanan para pemudik.
Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung, Yusnadi mengatakan, pengamanan tersebut merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) yang perlu dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama periode mudik.
Menurutnya, langkah antisipasi seperti penempatan personel keamanan di sejumlah titik rawan, termasuk di jalur tol yang menghubungkan wilayah Sumatera Selatan dan Lampung, dilakukan untuk mencegah potensi gangguan terhadap masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Pada prinsipnya kami di Komisi IV mendukung langkah pengamanan sesuai SOP yang sudah ditetapkan. Tujuannya untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya para pemudik,” kata Yusnadi, saat diminta pendapatnya Jumat (13/3/2026).
Ia menilai aparat keamanan telah memetakan sejumlah titik rawan dan menyiapkan langkah antisipasi agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.
Baca Juga Mudik Lebaran, Polda Lampung Koordinasi dengan TNI Jajaki Penempatan Sniper
“Sepanjang itu untuk menjamin masyarakat nyaman dan aman dari potensi tindak kriminalitas selama masa libur ini, tentu kami mendukung,” ujarnya.
Selain aspek keamanan, Komisi IV DPRD Lampung juga menyoroti kesiapan sektor transportasi, khususnya arus penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak yang diperkirakan mengalami peningkatan.
Pihaknya telah menerima penjelasan dari Dinas Perhubungan terkait langkah antisipasi kepadatan arus penyeberangan saat puncak mudik.
Menurutnya, petugas perhubungan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengaturan jalur kendaraan serta pembukaan akses tertentu untuk mengurai kepadatan menuju pelabuhan.
“Teman-teman dari perhubungan sudah melakukan pengaturan yang lebih ketat untuk mengantisipasi penumpukan arus kendaraan menuju Bakauheni,” kata dia.
Ia juga menyebutkan adanya potensi kenaikan jumlah penumpang penyeberangan sekitar 10 persen pada musim mudik tahun ini.
Berdasarkan perkiraan tersebut, jumlah penumpang yang menyeberang melalui Bakauheni diperkirakan mencapai sekitar 216 ribu orang.
Karena itu, Yusnadi berharap seluruh petugas yang terlibat dalam pengamanan dan pengaturan transportasi dapat bekerja maksimal untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik.
“Harapannya petugas di lapangan benar-benar bisa mengantisipasi agar arus mudik berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Lebih dari 1 Juta Kendaraan Lintasi Tol Bakter Selama Arus Mudik Lebaran 2026 |
|
|---|
| 36 Kendaraan Milik Pemudik Dikembalikan Polres Lampung Tengah |
|
|---|
| Arus Balik Lebaran 2026 Belum Reda, 102.526 Penumpang Menyeberang via Bakauheni |
|
|---|
| Polda Lampung Terapkan Delay System di Tol Bakter, Truk Dialihkan ke Rest Area Urai Antrean |
|
|---|
| Kasus Meninggal Akibat Kecelakaan Selama OKK di Lampung Naik 18,2 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/DPRD-Lampung-dukung-penempatan-sniper-selama-mudik.jpg)