Berita Lampung

Produksi Mocaf Pringsewu Berpotensi Capai 1 Ton per Hari dengan Dukungan Infrastruktur

Potensi ini muncul seiring upaya pengembangan industri Mocaf melalui Koperasi Produsen Cokroaminoto Pringsewu Makmur.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
KUNJUNGAN - Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mendampingi kunjungan kerja Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ke lokasi sentra Mocaf, Kamis (12/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Produksi tepung Mocaf di Kabupaten Pringsewu berpotensi mencapai lebih dari 1 ton per hari jika didukung fasilitas dan infrastruktur memadai. 
  • Potensi ini muncul seiring pengembangan industri Mocaf oleh Koperasi Produsen Cokroaminoto Pringsewu Makmur. Koperasi baru dibentuk 23 Februari 2026 dan kini masih mengurus legalitas, NIB, perizinan produksi, serta menyiapkan peralatan produksi.

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Produksi tepung Modified Cassava Flour (Mocaf) di Kabupaten Pringsewu berpotensi meningkat hingga lebih dari 1 ton per hari jika didukung fasilitas produksi dan infrastruktur yang memadai.

Potensi ini muncul seiring upaya pengembangan industri Mocaf melalui Koperasi Produsen Cokroaminoto Pringsewu Makmur.

Ketua Koperasi, Muharam Nurdiyan, mengatakan koperasi baru dibentuk pada 23 Februari 2026 dan saat ini masih dalam tahap awal pengembangan kelembagaan.

Proses yang dilakukan meliputi pengurusan legalitas, Nomor Induk Berusaha (NIB), perizinan produksi, dan penyiapan peralatan produksi.

“Produksi Mocaf secara resmi belum berjalan karena koperasi masih dalam tahap persiapan. Namun, produksi rintisan sudah dilakukan di Sentra Produksi Mocaf di Purwodadi, Kecamatan Adiuwih,” ujar Muharam, Senin (16/3/2026). 

Saat ini kapasitas produksi di sentra tersebut masih berkisar 20–50 kilogram per hari, sebagai tahap awal pengembangan industri Mocaf di Pringsewu.

Salah satu kendala utama produksi Mocaf adalah proses pengeringan singkong setelah fermentasi, yang sangat menentukan kualitas tepung.

Sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan pengeringan alami menggunakan sinar matahari, yang menjadi tantangan terutama saat musim hujan karena kelembaban tinggi dapat menurunkan kualitas bahan baku.

Penggunaan alat pengering modern, seperti solar dryer, dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan stabilitas produksi. Alat ini dapat mempercepat proses pengeringan, menjaga kebersihan bahan, dan mengurangi risiko kontaminasi jamur.

Saat ini fasilitas solar dryer sudah tersedia di Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang dikelola Dinas Koperindag Kabupaten Pringsewu, sebagai langkah awal membangun industri Mocaf lebih modern.

Muharam menambahkan, jika dukungan infrastruktur seperti solar dryer, mesin pengolahan, dan fasilitas produksi lainnya diperkuat, kapasitas Mocaf Pringsewu berpotensi meningkat signifikan dari 25–50 kilogram per hari menjadi lebih dari 1.000 kilogram per hari.

Provinsi Lampung, sebagai salah satu sentra produksi singkong terbesar di Indonesia, menyediakan peluang besar untuk pengembangan industri Mocaf berbasis komoditas lokal.

Saat ini pemasaran Mocaf masih terbatas di Lampung karena kapasitas produksi kecil. Namun, permintaan terus meningkat, terutama dari pelaku usaha kuliner, industri bakery, dan UMKM yang membutuhkan tepung bebas gluten.

Ke depan, koperasi menargetkan pengembangan sistem produksi berbasis koperasi yang melibatkan petani singkong sebagai bagian dari rantai nilai industri.

Selain meningkatkan kapasitas produksi hingga skala industri, koperasi juga berencana mengembangkan produk turunan berbasis Mocaf.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan provinsi, industri Mocaf di Pringsewu diharapkan berkembang menjadi sentra produksi tepung berbasis singkong di Lampung, dengan pasar yang dapat meluas hingga tingkat nasional, bahkan ekspor.

(Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved