Mudik Lebaran

Hindari Kepadatan, Pemudik Asal Lampung Pilih Mudik di Hari Lebaran

Pemudik memilih berangkat pada hari Lebaran karena telah lebih dulu merayakan Idul Fitri pada Jumat (20/3/2026) bersama Muhammadiyah.

Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
MUDIK LEBARAN - Herman saat sedang berada di area penumpang pejalan kaki eksekutif Pelabuhan Bakauheni yang baru akan mudik pada Sabtu (21/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Herman, pemudik asal Lampung yang hendak menuju Bekasi, Jawa Barat memilih berangkat pada hari Lebaran karena telah lebih dulu merayakan Idul Fitri pada Jumat (20/3/2026) sebagai bagian dari Muhammadiyah.
  • Herman mengatakan, keputusan mudik di hari H didasari pertimbangan kenyamanan.
  • Menurutnya, kondisi lalu lintas dan moda transportasi relatif lebih lengang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Aktivitas penyeberangan kapal feri di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, tetap berlangsung pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Sabtu (21/3/2026).

Meski mayoritas masyarakat telah melaksanakan mudik untuk merayakan Lebaran sesuai ketetapan pemerintah, sebagian warga masih melakukan perjalanan pada hari H dengan berbagai alasan.

Salah satunya Herman, pemudik asal Lampung yang hendak menuju Bekasi, Jawa Barat. Ia memilih berangkat pada hari Lebaran karena telah lebih dulu merayakan Idulfitri pada Jumat (20/3/2026) sebagai bagian dari Muhammadiyah.

Herman mengatakan, keputusan mudik di hari H didasari pertimbangan kenyamanan. Menurutnya, kondisi lalu lintas dan moda transportasi relatif lebih lengang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Tahun ini terasa sepi dan nyaman. Kalau arus dari Jawa ke Sumatra mungkin padat, tetapi kami yang menuju kota justru lengang. Di jalan juga tidak terlalu ramai,” kata Herman saat ditemui di ruang tunggu kapal eksekutif Pelabuhan Bakauheni.

Baca juga: Mahasiswa ITERA Lampung Mudik H-1 Lebaran, Pilih Transportasi Umum Demi Hindari Macet

Sebelum berangkat, Herman mengaku telah merayakan Idulfitri di kampung halamannya pada Jumat. Setelah bersilaturahmi dengan keluarga, ia melanjutkan perjalanan menuju rumah mertuanya di Bekasi.

Dalam perjalanan kali ini, Herman tidak menggunakan kendaraan pribadi. Ia memilih menggunakan transportasi umum secara estafet.

“Biasanya saya menggunakan Damri, tetapi kali ini kami memilih mengeteng karena anak-anak sudah besar. Saat arus balik nanti, kami berencana menggunakan kereta api,” ujarnya.

Ia memperkirakan total waktu perjalanan mencapai sekitar tujuh jam, terdiri dari dua jam penyeberangan kapal feri dan lima jam perjalanan darat. Herman menargetkan tiba di Bekasi menjelang waktu Magrib.

Herman menambahkan, mudik pada hari Lebaran telah dilakukannya dalam dua tahun terakhir. Ia dan keluarga berencana menghabiskan waktu sekitar satu pekan di rumah mertua sebelum kembali ke Lampung.

( Tribunlampung.co.id / Fajar Ikhwani S )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved