Berita Lampung

Toko Oleh-oleh di Bandar Lampung Laris Manis Momen Libur Lebaran 2026

Meningkatnya pengunjung itu seperti yang terlihat di Toko Oleh-oleh di Jalan Pagar Alam, Kedaton, Kota Bandar Lampung, Selasa (24/3/2026).

Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
OLEH-OLEH - Suasana pengunjung yang sedang memilih berbagai varian keripik di toko oleh-oleh Keripik Lampung Selasa (24/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Toko oleh-oleh laris manis di Libur Lebaran tahun 2026 ini.
  • Warga lokal, maupun wisatawan banyak yang singgah untuk mencari buah tangan atau cemilan khas Lampung.
  • Riskyana Wahyu (24), seorang kasir di Toko Keripik Lampung mengakui adanya peningkatan jumlah pembeli tahun ini jauh lebih tinggi.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Toko oleh-oleh laris manis di Libur Lebaran tahun 2026 ini. Warga lokal, maupun wisatawan banyak yang singgah untuk mencari buah tangan atau cemilan khas Lampung.

Meningkatnya pengunjung itu seperti yang terlihat di Toko Oleh-oleh di Jalan Pagar Alam, Kedaton, Kota Bandar Lampung, Selasa (24/3/2026).

Riskyana Wahyu (24), seorang kasir di Toko Keripik Lampung mengakui adanya peningkatan jumlah pembeli tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk sekarang ini, pengunjung lebih ramai dari biasanya, bahkan dibanding akhir pekan sebelumnya,” ujar Riskyana saat ditemui Selasa (24/3/2026).

Lonjakan ini mulai terlihat sejak hari kedua Idul Fitri hingga ketiga, yang ia sebut sebagai puncak keramaian di toko oleh-oleh Keripik Lampung.

Baca juga: Kemplang dan Kerupuk Jadi Primadona, Toko Oleh-oleh Diserbu Pengunjung Jabodetabek

Dalam sehari, toko tersebut mampu menjual hingga lebih dari 1.000 bungkus keripik, dengan rasa best sellernya yaitu varian rasa cokelat, tiramisu, dan keju.

“Yang paling laris tetap keripik pisang rasa cokelat,” jelasnya. 

Harga keripik pisang di toko tersebut dijual sekitar Rp.85 ribu per kilogram, sementara kemasan kecil 225 gram dibanderol Rp.19 ribu.

Tak hanya keripik pisang, di toko Keripik Lampung juga menyediakan produk lain seperti kopi Lampung, dodol, dan kemplang juga menjadi incaran pembeli, terutama wisatawan dari luar daerah. 

Menurut Riskyana, mayoritas pengunjung yang berdatangan berasal dari Palembang dan Jakarta.

Menurutnya peningkatan penjualan tahun ini juga dipengaruhi oleh pulihnya mobilitas masyarakat pasca pandemi.

“Kalau tahun lalu masih terdampak COVID-19, jadi pembeli tidak sebanyak sekarang. Tahun ini jauh lebih ramai,” ungkapnya.

Dalam kurun waktu empat hari, omzet toko bahkan diperkirakan mencapai lebih dari Rp.50 juta. 

Untuk menunjang kebutuhan pembeli luar kota, toko juga menyediakan layanan pengemasan khusus menggunakan kardus agar produk tetap aman selama perjalanan jauh.

Riskyana mengatakan bahwa kripik pisang ini memiliki masa simpan mencapai 5 hingga 6 bulan, sangat cocok menjadi oleh-oleh karena tidak cepat basi atau berjamur.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved