Mudik Lebaran

Dalam 24 Jam 128.821 Pemudik Menyeberang dari Bakauheni ke Pulau Jawa 

Dalam 24 jam pada Selasa (24/3/2026), sebanyak 128.821 orang menyeberang ke Pulau Jawa, atau melonjak 51 persen dibanding tahun lalu

Tayang:
Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Dok ASDP
MELONJAK - Arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan melonjak signifikan, Selasa (24/3/2026). Sebanyak 128.821 orang menyeberang ke Pulau Jawa, atau melonjak 51 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan ini turut diiringi lonjakan kendaraan hingga 63 persen 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Lonjakan arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni bukan sekadar soal meningkatnya jumlah penumpang. Data terbaru justru menunjukkan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat yang makin dinamis pasca-Lebaran.

Dalam 24 jam pada Selasa (24/3/2026), sebanyak 128.821 orang menyeberang ke Pulau Jawa, atau melonjak 51 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan ini turut diiringi lonjakan kendaraan hingga 63 persen, dengan dominasi kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin mengandalkan transportasi mandiri ketimbang angkutan umum. Lonjakan kendaraan roda dua yang mencapai 85,3 persen menjadi sinyal kuat bahwa perjalanan jarak jauh dengan motor masih menjadi pilihan utama bagi pemudik dari Sumatera.

Di sisi lain, peningkatan truk logistik yang menembus 104,3 persen memperlihatkan bahwa arus balik tak hanya membawa manusia, tetapi juga aktivitas ekonomi yang kembali bergerak cepat setelah libur panjang.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyebut lonjakan ini akan terjadi dalam beberapa gelombang. Artinya, kepadatan belum akan mereda dalam waktu dekat.

Alih-alih satu puncak, arus balik tahun ini cenderung “tersebar”, dengan prediksi lonjakan lanjutan pada 28–29 Maret. Pola ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang cenderung terkonsentrasi dalam satu periode singkat.

Kondisi tersebut membuat pengelolaan pelabuhan menjadi semakin kompleks. Skema tiba-bongkar-berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal, sementara buffer zone di berbagai titik dioptimalkan guna menahan antrean kendaraan sebelum masuk pelabuhan.

( Tribunlampung.co.id ) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved