Kasus Campak di Lampung

Lampung Waspada Campak, Diskes Imbau Orangtua Pantau Gejala Anak

Diskes Lampung menyoroti meningkatnya kasus suspek campak di wilayahnya dan menekankan pentingnya kewaspadaan orangtua

|
Penulis: Hurri Agusto | Editor: taryono
grafis tribunlampung.co.id/
PANTAU GEJALA - Ilustrasi campak. Lampung Waspada Campak, Diskes Imbau Orangtua Pantau Gejala Anak. 
Ringkasan Berita:
  • Diskes Lampung soroti lonjakan kasus suspek campak
  • Pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap gejala campak pada anak
  • Campak bisa sebabkan komplikasi serius seperti diare berat, radang paru, hingga kebutaan

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung -  Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung menyoroti meningkatnya kasus suspek campak di wilayahnya dan menekankan pentingnya kewaspadaan orangtua terhadap penyakit ini. 

Penyakit campak, yang bisa menimbulkan komplikasi serius, dipicu oleh berbagai faktor mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat hingga tingginya mobilitas penduduk.

Berdasarkan data Diskes Lampung hingga 30 Maret 2026, kasus suspek campak tercatat 591 orang, dengan 52 kasus positif. 

Angka ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2025 (500 kasus suspek) dan 2024 (347 kasus suspek).

Kadiskes Lampung dr Edwin Rusli mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang salah kaprah menilai campak sebagai penyakit ringan. 

“Campak sering dianggap penyakit yang bisa sembuh sendiri, sehingga masyarakat menjadi abai,” ujarnya. 

Padahal, penyakit ini dapat menyebabkan diare berat, radang paru, radang otak, kebutaan, hingga kematian.

Edwin merinci empat faktor utama tingginya kasus suspek campak:

Pertama, cakupan imunisasi campak rubella/MR yang belum merata hingga tingkat desa/kelurahan.

Kedua, tingginya mobilitas penduduk antarwilayah yang mempercepat penularan. “Satu penderita bisa menularkan ke 18 orang lainnya,” jelasnya.

Ketiga, penyebaran informasi hoaks terkait vaksin, termasuk isu kehalalan dan kekhawatiran efek samping.

Keempat, hambatan izin keluarga, seperti suami atau nenek yang takut bayi demam, sehingga target herd immunity di atas 95 persen belum tercapai.

Atas kondisi ini, Diskes Lampung meminta orangtua dan masyarakat jeli memantau tanda-tanda campak pada anak dan memastikan imunisasi lengkap, guna mencegah penyebaran penyakit dan komplikasi serius.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved