Berita Lampung
DPRD Bandar Lampung Dorong Sinergi Penanganan Perlintasan KA
Menurut Sidik, persoalan perlintasan kereta api tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wakil Ketua DPRD Bandar Lampung Sidik Efendi menyoroti pentingnya peningkatan keselamatan di perlintasan kereta api, khususnya perlintasan sebidang yang masih banyak tersebar di wilayah kota.
Menurut Sidik, persoalan perlintasan kereta api tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, operator kereta api, hingga pemerintah pusat guna menghadirkan solusi yang komprehensif.
"Keselamatan masyarakat adalah hal yang tidak bisa ditawar. Karena itu perlu langkah bersama antara pemda, operator perkeretaapian, dan pemerintah pusat," ujarnya, Jumat (3/4/2026).
DPRD Bandar Lampung, lanjutnya, mendorong adanya koordinasi yang lebih intensif antara pemkot dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Hal ini dinilai penting untuk merumuskan langkah strategis dalam menangani perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.
Sidik menjelaskan, upaya peningkatan keselamatan dapat dilakukan melalui pendekatan jangka pendek dan jangka panjang.
Untuk jangka pendek, ia menilai perlu adanya peningkatan fasilitas pengamanan seperti pemasangan palang pintu, rambu peringatan, serta penempatan petugas di titik-titik rawan.
Sementara untuk jangka panjang, pembangunan infrastruktur seperti flyover dan underpass menjadi solusi ideal untuk mengurangi bahkan menghilangkan perlintasan sebidang secara bertahap.
"Tidak semua perlintasan bisa langsung dibangun flyover, tapi minimal ada peningkatan standar keamanan sambil menyiapkan perencanaan jangka panjang," jelasnya.
Selain itu, DPRD juga mendorong pendataan menyeluruh terhadap seluruh perlintasan kereta api di Bandar Lampung, baik yang resmi maupun tidak berizin.
Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan skala prioritas penanganan.
Tak hanya itu, edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting untuk menekan angka kecelakaan.
Sidik menyebut kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan berhenti sejenak sebelum melintasi rel masih perlu ditingkatkan.
"Kami berharap semua pihak bisa duduk bersama dan mengedepankan solusi, bukan saling menyalahkan. Dengan komunikasi yang baik dan komitmen bersama, kami optimistis persoalan ini bisa ditangani bertahap," ucapnya.
DPRD Bandar Lampung memastikan akan terus mengawal isu ini sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
| Gerai Koperasi Desa Merah Putih Sukaraja Siap Beroperasi 16 Mei 2026, Harga Dijanjikan Lebih Murah |
|
|---|
| Peluang Emas ke Jepang, 171 Peserta Ikuti Seleksi Magang di Tanggamus |
|
|---|
| Investasi Bandar Lampung Tembus Rp 744,6 Miliar Didominasi Sektor Jasa dan Hotel |
|
|---|
| Mousa Sidibe Dipastikan Bakal Perkuat Bhayangkara FC saat Menjamu Madura United |
|
|---|
| LaSEF 2026 Jadi Magnet Ekonomi Syariah di Lampung, UMKM Didorong Naik Kelas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-DPRD-Bandar-Lampung-Sidik-Efendi-perlintasan-kereta-api.jpg)