Benda Langit Misterius di Lampung

Itera Sebut Benda Asing di Langit Lampung adalah Sampah Antariksa

Annisa mengatakan, pihaknya telah menganalisis benda tersebut. Hasilnya, benda asing tersebut diduga merupakan bekas badan roket CZ-3B.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Tangkapan layar
BENDA ASING - Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (OAIL Itera) menyatakan benda asing di langit Lampung, Sabtu (4/4/2026) malam, merupakan bekas badan roket milik China. 

Dari rekaman kamera tersebut, terukur arah jatuh benda berada di kemiringan lintasan (inklinasi) sekitar 30 derajat.

"Data ini sangat cocok dengan sifat orbit roket CZ-3B yang memiliki kemiringan lintasan kecil, yaitu sekitar 28 derajat. Sementara roket CZ-4B langsung dicoret dari daftar karena memiliki lintasan yang hampir melewati kutub dengan kemiringan ekstrem mencapai 97,3 derajat," jelasnya.

Terkait kabar yang beredar di masyarakat bahwa benda asing tersebut telah jatuh di wilayah Tulangbawang, Lampung, Annisa memastikan informasi tersebut tidak berdasar.

"Kalau info yang jatuh di Tulangbawang hoaks. Itu bukan dari benda angkasa yang terlihat semalam," tegas Annisa.

Mengenai ancaman potensi bahaya yang ditimbulkan dari fenomena benda asing yang jatuh tersebut, OAIL memastikan bahwa peristiwa masuknya sampah antariksa itu tidak membahayalan keselamatan masyarakat bumi.

Pasalnya, saat benda luar angkasa jatuh menembus atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi, gesekan udara yang sangat kuat akan menciptakan panas ekstrem yang membakar benda tersebut.

"Oleh karena itu, sebagian besar badan roket sudah hangus terbakar di langit," kata dia.

Kalaupun ada sisa potongan kecil yang berhasil bertahan dan jatuh sampai ke permukaan Bumi, potensinya jatuh di area padat penduduk sangatlah kecil. 

Hal ini mengingat sebagian besar wilayah planet Bumi kita ditutupi oleh lautan luas.

Annisa menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena fenomena ini tidak berbahaya.

"Tidak bahaya karena benda jatuh yang turun ke Bumi sudah berinteraksi dengan atmosfer dan terbakar, dan biasanya hanya sisa-sisa saja yang sampai ke permukaan Bumi," beber Annisa.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved