Benda Langit Misterius di Lampung

Bukan Meteor, Benda Langit Misterius yang Melintasi Lampung Diduga Sisa Roket China

Fenomena kemunculan benda langit misterius yang melintas di wilayah udara Lampung, diduga bukan meteor atau komet yang memasuki atmosfer Bumi.

Tribunlampung.co.id/HO/Dokumentasi OAIL
DIDUGA SISA ROKET - Benda langit misterius yang sempat terfoto oleh all sky camera milik Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL), Sabtu (4/4/2026) malam. Benda langit misterius tersebut diduga bukan meteor atau komet, melainkan sampah antariksa yakni sisa roket yang berasal dari China. 

Ringkasan Berita:
  • Fenomena cahaya di Lampung Timur, Metro, dan Lampung Selatan diduga bukan meteor.
  • Ahli Institut Teknologi Sumatera menyebut itu sampah antariksa (space debris). Kemungkinan berasal dari sisa roket China (CZ-3B).
  • Terbakar saat masuk atmosfer, memunculkan cahaya terang & pecahan. Sempat dikira rudal atau komet oleh warga.
  • Masyarakat diimbau tunggu penjelasan resmi & tidak mudah percaya hoaks.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Fenomena kemunculan benda langit misterius yang melintas di wilayah udara Lampung, diduga bukan meteor atau komet yang memasuki atmosfer Bumi.

Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, warga di sejumlah wilayah di Lampung, terutama di wilayah Lampung Timur, Kota Metro, hingga Lampung Selatan, digegerkan atas melintasnya benda langit misterius, yang nampak bercahaya.

Bahkan kemunculan benda langit misterius itu sampai viral di media sosial. Banyak warga yang mengira benda itu merupakan rudal asal Iran yang nyasar.

Menanggapi fenomena tersebut, Laboran Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Adhitya Oktaviandra menyebut, jika benda yang terlihat bersinar itu bukanlah meteor atau komet.

Adit menduga, benda misterius tersebut merupakan sampah antariksa yang berasal dari sisa roket asal China, yang masuk kembali ke orbit Bumi.

Baca juga: Dikira Rudal Nyasar, Warga Lampung Geger Benda Langit Misterius Melintas

Mahasiswa Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA, Irsyad Al Akbar mengamini dugaan Adit tersebut.

Irsyad menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatannya, fenomena tersebut lebih mengarah pada sampah antariksa (space debris) yang masuk kembali ke atmosfer Bumi.

"Memang sempat beredar informasi mengenai komet C/2026 A1 (MAPS) yang berada pada posisi relatif dekat dengan Bumi pada 4 April."

"Tetapi (kalau) ukuran komet, tidak sebesar seperti yang divisualisasikan dalam video yang beredar di media sosial," ujar Irsyad, Sabtu malam.

Irsyad menambahkan, awalnya sempat muncul hipotesis bahwa benda bercahaya tersebut berkaitan dengan peluncuran misi Artemis 2.

Namun, setelah ditelaah lebih lanjut, kemungkinan tersebut dinilai kecil.

Sebaliknya, Irsyad menyebut, ada beberapa peluncuran roket dalam beberapa hari terakhir yang lebih relevan untuk dikaitkan dengan fenomena ini. 

Di antaranya peluncuran roket Falcon 9 dan Atlas oleh Amerika Serikat yang berpotensi menghasilkan puing antariksa yang kemudian masuk ke atmosfer.

"Selain itu, ada juga data yang kami peroleh dari pihak laboran Observatorium Astronomi ITERA yang menunjukkan adanya objek sisa roket asal China yang kembali memasuki orbit Bumi," jelasnya.

Data tersebut diperkuat oleh informasi pelacakan objek antariksa yang dapat diakses secara publik melalui situs pemantauan orbit satelit dan debris.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved