Berita Lampung

Kronologi Pemuda Metro Tewas Tenggelam di Rawa Saat Berburu Burung

Perburuan burung di area rawa berubah menjadi tragedi bagi seorang pemuda bernama Bily Saputra (27) di Lampung Tengah. 

Tayang:
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: taryono
Tribunlampung.co.id/Basarnas Lampung
KORBAN - Komandan Tim Rescue, Dharma Saputra dan anggota Tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi terhadap Bily Saputra (27), warga Hadi Mulyo, Kecamatan Metro Pusat, dilaporkan terjatuh ke rawa atau lebung sawah di Desa Bumi Nabung Hilir, Kecamatan Bumi Nabung, sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, ia tengah berburu bersama tiga rekannya, Sabtu (4/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bily Saputra (27) tewas saat berburu burung di rawa
  • Kejadian Sabtu, 4 April 2026 pukul 06.30 WIB
  • Korban terpeleset saat mengambil hasil buruan

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Perburuan burung di area rawa berubah menjadi tragedi bagi seorang pemuda bernama Bily Saputra (27) di Lampung Tengah. 

Saat hendak mengambil hasil buruannya, korban diduga kehilangan pijakan di area lebung sawah yang licin, lalu terjatuh ke dalam rawa dan tidak sempat menyelamatkan diri.

Upaya pencarian yang dilakukan sejak siang hingga malam hari akhirnya membuahkan hasil. 

Pemuda asal Hadi Mulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari titik awal jatuh, setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran dan penyelaman di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut terjadi di rawa atau lebung sawah di Desa Bumi Nabung Hilir, Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung pada pukul 11.40 WIB dari aparat desa setempat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue segera diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa peralatan pertolongan di perairan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Lampung, BPBD Lampung Tengah, Polsek Rumbia, dan warga setempat tiba di lokasi sekitar pukul 15.20 WIB.

Mereka langsung melakukan asesmen serta pencarian menggunakan metode penyisiran dan penyelaman di sekitar titik jatuh korban.

Komandan Tim Rescue Dharma Saputra mengatakan pihaknya sempat menghadapi medan yang sulit dan menjadi kendala utama dalam proses pencarian atau Operasi SAR tersebut.

"Akses menuju lokasi cukup sulit. Jalan setapak licin dan tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga distribusi peralatan harus dilakukan secara manual. Namun tim tetap berupaya maksimal dan berhasil menemukan korban setelah melakukan penyisiran dan penyelaman," ujarnya, Senin (6/4/2026).

Dia menjelaskan, pencarian dilakukan pada hari kejadian setelah Tim SAR Gabungan menerima laporan.

Pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB. Meski demikian, tim tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.

Kemudian sekitar pukul 21.10 WIB, tim menerima informasi dari warga yang melihat keberadaan korban tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan jatuh. Tim SAR gabungan pun segera bergerak menuju lokasi tersebut.

Selang 10 menit kemudian, tepatnya pukul 21.20 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi.

"Setelah menerima informasi dari masyarakat, tim langsung bergerak cepat dan berhasil mengevakuasi korban.

Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga," kata Dharma.

"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing," tutupnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved