Berita Lampung

Harga Plastik Naik, Perajin Tempe di Lampung Disarankan Pakai Daun Pisang Lagi

Dalam kunjungannya, Zimmi menyebut lonjakan harga plastik dipicu oleh naiknya harga bahan baku nafta, yang merupakan turunan minyak bumi. 

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Dok Disperindag Lampung
TINJAU PABRIK TAHU - Disperindag Lampung meninjau sebuah pabrik tahu di Jagabaya, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (8/4/2026) sore. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Perajin tempe di Lampung diminta untuk kembali menggunakan daun pisang sebagai kemasan pengganti plastik.

Kenaikan harga plastik hingga 40–70 persen mulai menekan pelaku industri di Lampung, termasuk tahu dan tempe,. 

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung turun langsung ke lapangan.

Kepala Disperindag Lampung M Zimmi Skil meninjau sebuah pabrik tahu milik Tikno di wilayah Jagabaya, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (8/4/2026) sore. 

Dalam kunjungannya, Zimmi menyebut lonjakan harga plastik dipicu oleh naiknya harga bahan baku nafta, yang merupakan turunan minyak bumi. 

Kondisi geopolitik global, termasuk jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz, turut memberi dampak signifikan.

“Karena kondisi geopolitik global yang tidak menentu dan distribusi minyak terganggu, maka harga nafta naik dan berdampak pada harga plastik,” ujarnya, Kamis (9/4/2025). 

Meski demikian, ia memastikan bahan baku utama produksi tahu dan tempe, yakni kedelai impor, masih dalam kondisi aman dan stabil. 

Berdasarkan pantauan terbaru, harga kedelai berada di kisaran Rp 10 ribu per kilogram, lebih rendah dari harga acuan pemerintah sebesar Rp 12 ribu.

“Artinya pelaku usaha masih memiliki ruang untuk menjaga harga jual tempe dan tahu agar tidak naik,” jelasnya.

Selain harga yang stabil, stok kedelai di Lampung juga dipastikan mencukupi.

Salah satunya berasal dari PT Budi Andalan Group yang saat ini memiliki cadangan sekitar 500 ton kedelai impor.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kenaikan harga plastik, Disperindag Lampung mengimbau pelaku industri, khususnya tempe, untuk mulai beralih menggunakan daun pisang sebagai bahan kemasan alternatif.

Menurut Zimmi, selain lebih ekonomis, penggunaan daun pisang juga lebih ramah lingkungan serta diminati konsumen karena dianggap lebih alami.

“Kami mengimbau agar pelaku usaha tempe beralih ke daun pisang. Ini lebih murah, sehat, dan bagian dari kearifan lokal,” katanya.

Ia juga mengingatkan penggunaan plastik yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, terutama jika mengandung residu bahan kimia dari nafta.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved