Berita Lampung
BPBD Lampung Siapkan Skema Hujan Buatan Hadapi Godzilla El Nino
Provinsi Lampung diprediksi bakal mengalami fenomena iklim ekstrem yang disebut sebagai "Godzilla El Nino" pada pertengahan 2026 ini.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Provinsi Lampung diprediksi bakal mengalami fenomena iklim ekstrem yang disebut sebagai "Godzilla El Nino" pada pertengahan 2026 ini.
Menyikapi situasi ini, BPBD Provinsi Lampung menetapkan status waspada tinggi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
BPBD Lampung bahkan menyiapkan skema Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk memicu hujan buatan jika terjadi keadaan mendesak.
Analis Kebencanaan BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, menyebut fenomena kekeringan ini diprediksi menjadi yang terpanas dan terpanjang dalam 30 tahun terakhir.
Menanggapi ancaman tersebut, Wahyu mendorong sektor pertanian untuk melakukan langkah ekstra.
"Yang pertama tentu kita akan kekurangan air secara ekstrem, jadi kita harus melakukan tata kelola air dari sekarang. Selain itu kita juga harus siaga menghadapi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan," Ujar Wahyu, Jumat (10/4/2026).
Dari data yang dihimpun, pada masa puncak musim kemarau, tingkat kerawanan di Provinsi Lampung terbagi ke dalam beberapa zona.
Di antaranya zona merah atau Sangat Rawan Mencakup wilayah Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat (Tubaba), Mesuji, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Bandar Lampung, dan Metro.
Lalu, zona oranye atau Rawan meliputi wilayah Way Kanan, Lampung Utara, Pesisir Barat, Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran.
Selain itu, waspada Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) juga berpotensi terjadi di area hutan lindung seperti TNWK (Way Kambas) dan TNBBS (Bukit Barisan Selatan).
Tak hanya itu, fenomena "Godzilla El Nino" bukan sekadar cuaca panas, namun juga diprediksi membawa dampak nyata pada berbagai sektor.
Pada sektor pertanian, fenomena ini berisiko menimbulkan gagal panen (puso) tinggi di lahan tadah hujan. Selain itu, terjadi infiltrasi air laut (intrusi) yang dapat menurunkan kualitas tanah di wilayah pesisir.
Di sektor pengairan, diprediksi bakal terjadi penurunan muka air secara drastis di bendungan besar seperti Waduk Way Sekampung dan Way Rarem, yang dapat mengganggu sistem irigasi teknis untuk kebutuhan pertanian.
Fenomena Godzila El Nino juga berpotensi memicu lonjakan kasus ISPA akibat debu dan asap, serta risiko heatstroke (serangan panas) bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Khusus di perkotaan seperti diBandar Lampung dan Metro, krisis air bersih dan suhu udara ekstrem (gerah) yang menyengat juga mengancam.
| Pantauan Hari Pertama WFH di Kampus Unila, Pelayanan Tetap Berjalan Normal |
|
|---|
| Bobol Rumah, Pencuri di Metro Lampung Gasak Uang Rp 40 Juta |
|
|---|
| Lapas Kalianda Siap Dukung Pemberantasan Narkotika di Dalam Lapas |
|
|---|
| Implementasi Hablu Minal Alam, PKB Lampung Gelar Muscab di Lokasi Wisata |
|
|---|
| Tiga Pencuri Sawit di Lampung Tengah Jadi Buronan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Analis-Kebencanaan-BPBD-Lampung-Wahyu-Hidayat-soal-cuaca-ekstrem.jpg)