Berita Lampung

Gubernur Mirza Beberkan Penyebab Ketimpangan Jalan di Lampung

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam musrenbang, tingkat kemantapan jalan nasional di Lampung telah mencapai 93,33 persen.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
KETIMPANGAN JALAN - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat diwawancarai seusai menghadiri musrenbang, Senin (13/4/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar lampung - Ketimpangan kondisi jalan antarwilayah di Provinsi Lampung terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung Tahun 2027. 

Perbedaan tingkat kemantapan jalan terlihat cukup tajam, terutama pada ruas jalan kabupaten yang masih tertinggal dibanding jalan nasional dan provinsi.

Dikonfirmasi perihal ketimpangan itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa persoalan pembangunan jalan tidak lepas dari batas kewenangan masing-masing tingkatan pemerintahan. 

Ia menyebut, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) provinsi hanya dapat digunakan untuk menangani jalan provinsi.

Sementara jalan kabupaten/kota menjadi tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing.

Meski demikian, ia menegaskan peluang intervensi tetap terbuka melalui program pusat. 

“Bisa saja dibantu melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Pemerintah provinsi akan terus mendorong agar pusat turut membantu pembangunan jalan di daerah,” ujarnya saat diwawancarai seusai menghadiri musrenbang, Senin (13/4/2026). 

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam musrenbang, tingkat kemantapan jalan nasional di Lampung telah mencapai 93,33 persen, disusul jalan provinsi sebesar 79,79 persen. 

Sementara itu, jalan kabupaten/kota rata-rata baru berada di angka 48,3 persen.

Hal itu menunjukkan adanya disparitas yang cukup signifikan.

Jalan kabupaten terburuk ada di Mesuji dengan 29,3 persen, Way Kanan 24 persen, dan Tulangbawang yang baru mencapai 20,2 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Mesuji Elfianah menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas jalan melalui berbagai langkah, termasuk memanfaatkan skema swakelola serta penggunaan limbah tol.

“Melalui swakelola, alhamdulillah sangat terbantu sekali,” ujarnya.

Terkait angka kemantapan jalan yang masih rendah, Elfianah menyebut data tersebut merupakan capaian tahun sebelumnya. 

Ia optimistis kondisi tersebut akan terus membaik. 

“Itu data tahun kemarin. Insya Allah setelah kami menjabat perlahan meningkat,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Mesuji, meskipun masih terbatas.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved