Berita Lampung

30.745 Kasus TBC di Lampung, Wamenkes Minta Keluarga Pasien Ikut Diperiksa

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus bahkan turun langsung meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Way Halim, Selasa (14/4/2026).

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
TINJAU PUSKESMAS - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, dan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana saat meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026). Wamenkes menyoroti tingginya kasus tuberkulosis di Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan mengestimasi angka kasus tuberkulosis (TBC) di Provinsi Lampung mencapai 30.745 kasus hingga April 2026. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 5.800 kasus berada di Kota Bandar Lampung.

Tingginya angka ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat. 

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus bahkan turun langsung meninjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Way Halim, Selasa (14/4/2026).

Dalam kunjungan itu, ia didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

Wamenkes menegaskan, penanganan TBC tidak cukup hanya mengobati pasien. 

Ia meminta agar pemeriksaan juga dilakukan terhadap keluarga dan lingkungan sekitar pasien guna memutus rantai penularan.

“Deteksi harus aktif, bukan hanya pasien, tapi keluarga dan lingkungan juga perlu diperiksa,” tegasnya.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran kader kesehatan di tingkat desa. 

Kader diminta aktif mengidentifikasi kasus, memberikan edukasi, serta mendampingi pasien selama masa pengobatan.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari ruang rawat anak dan perempuan, ruang tindakan gawat darurat, hingga layanan kesehatan gigi dan mulut.

Tak hanya TBC, Wamenkes juga menyoroti masih adanya kasus campak di Lampung yang dipicu cakupan imunisasi yang belum merata.

Ia menilai, hoaks terkait imunisasi menjadi tantangan serius dalam upaya pencegahan penyakit menular.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna memperkuat edukasi kepada masyarakat, termasuk memberikan pemahaman bahwa imunisasi aman dan penting bagi anak.

Sementara itu, Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat eliminasi penyakit menular.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved