Berita Lampung

Cegah TBC Sejak Dini, Diskes Lampung Tekankan Peran Keluarga dan Lingkungan

Diskes Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan tuberkulosis (TBC) dari lingkungan keluarga hingga komunitas.

Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama
CEGAH TBC - Kantor Diskes Lampung, Rabu (15/4/2026). Cegah TBC sejak dini, Diskes Lampung tekankan peran keluarga dan lingkungan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Irman Thamrin, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan tuberkulosis (TBC) dari lingkungan keluarga hingga komunitas.

Menurutnya, langkah pencegahan TBC sebenarnya dapat dilakukan dengan cara sederhana namun konsisten. Salah satunya melalui vaksinasi BCG yang diberikan sejak bayi untuk melindungi dari risiko TBC berat.

“Orang tua perlu memahami pentingnya vaksinasi BCG sejak dini sebagai perlindungan awal bagi anak,” kata Irman, Rabu (15/4/2026). 

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. 

Rumah dengan ventilasi udara yang baik serta pencahayaan matahari yang cukup dinilai mampu mengurangi risiko penularan TBC.

Baca Juga Diskes Lampung Ingatkan Penularan TBC Melalui Droplet, Lingkungan Padat Berisiko Tinggi

Irman juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Tak kalah penting, masyarakat diminta aktif melakukan skrining mandiri. 

Jika mengalami batuk berdahak lebih dari dua minggu, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk deteksi dini.

Di sisi lain, Irman mengakui Provinsi Lampung masih termasuk daerah dengan beban kasus TBC tinggi secara nasional.

Hal ini salah satunya dipengaruhi jumlah penduduk yang besar, sehingga estimasi kasus TBC di Lampung mencapai sekitar 30.745 kasus.

“Indonesia menetapkan provinsi dengan estimasi kasus di atas 30 ribu sebagai daerah dengan beban tinggi, dan Lampung termasuk di dalamnya,” jelasnya.

Ia memaparkan, sejumlah kendala masih dihadapi dalam penanganan TBC di Lampung. 

Dari sisi deteksi, keterbatasan alat skrining seperti rontgen (X-Ray) serta belum optimalnya pelaksanaan skrining batuk di tingkat masyarakat menjadi tantangan utama.

Selain itu, skrining pada kelompok berisiko tinggi seperti pondok pesantren dan lembaga pemasyarakatan juga belum berjalan secara rutin. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved