Berita Lampung
Cegah TBC Sejak Dini, Diskes Lampung Tekankan Peran Keluarga dan Lingkungan
Diskes Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan tuberkulosis (TBC) dari lingkungan keluarga hingga komunitas.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Bahkan, di sejumlah puskesmas, skrining batuk di tahap pendaftaran belum sepenuhnya diterapkan sehingga berpotensi menyebabkan pasien tidak terdeteksi sejak awal.
Dari sisi pengobatan, lamanya durasi terapi menjadi kendala tersendiri.
Pasien TBC harus menjalani pengobatan minimal enam bulan, sementara untuk TBC resisten obat bisa mencapai sembilan bulan atau lebih, dengan jumlah obat yang banyak.
“Kondisi ini seringkali memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi kesadaran masyarakat, stigma terhadap penyakit TBC masih cukup tinggi.
Banyak pasien yang merasa malu dan memilih menutupi kondisi mereka, sehingga berisiko menularkan penyakit kepada orang lain.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berperan sebagai fasilitator dan regulator, dengan melibatkan berbagai pihak dalam upaya penanganan TBC.
Organisasi kemasyarakatan, kader kesehatan, hingga sektor swasta turut dilibatkan dalam kegiatan deteksi dini dan pendampingan pasien.
Salah satu yang aktif bergerak di masyarakat adalah Komunitas Inisiatif Lampung Sehat (ILS).
Komunitas ini berperan dalam investigasi kontak melalui kunjungan rumah, mendampingi pasien hingga menyelesaikan pengobatan, serta melacak pasien yang putus berobat.
Kader ILS sendiri telah tersebar di 11 kabupaten/kota di Lampung.
Irman berharap, kolaborasi semua pihak serta peningkatan kesadaran masyarakat dapat menekan angka kasus TBC di Lampung secara signifikan.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Diskes Lampung Ingatkan Penularan TBC Melalui Droplet, Lingkungan Padat Berisiko Tinggi |
|
|---|
| Sugiyo Hilang Saat Memancing di Way Semuong, Tim Gabungan Sisir Sungai |
|
|---|
| Kenali Gejala Awal TBC, Batuk Terus-menerus Selama 2 Minggu Disertai Dahak |
|
|---|
| Data TBC Lampung 2024-2026: Penemuan Kasus Meningkat, Capaian Masih di Bawah Target |
|
|---|
| Baru 2 Dryer di Pringsewu, Petani Masih Kekurangan Alat Pengering Gabah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Cegah-TBC-Diskes-Lampung-tekankan-peran-keluarga-dan-lingkungan.jpg)