Berita Lampung
Delineasi 9 Desa ke Bandar Lampung Berpotensi Bertambah Jadi 11 Wilayah
Delineasi sembilan desa di Kabupaten Lampung Selatan yang akan bergabung ke Kota Bandar Lampung berpotensi bertambah menjadi 11 wilayah.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Ringkasan Berita:
- Delineasi sembilan desa di Lampung Selatan yang akan bergabung ke Kota Bandar Lampung berpotensi bertambah menjadi 11 wilayah.
- Penambahan tersebut mencakup sedikit wilayah yang masuk Desa Way Hui dan Desa Sabah Balau.
- Binarti Bintang, menjelaskan bahwa masuknya sebagian wilayah Way Hui dan Sabah Balau bukan berarti kedua desa tersebut bergabung secara utuh ke Bandar Lampung.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Rencana penyesuaian batas wilayah (delineasi) sembilan desa di Kabupaten Lampung Selatan yang akan bergabung ke Kota Bandar Lampung berpotensi bertambah menjadi 11 wilayah.
Baca Juga: Penggabungan 8 Desa Jati Agung ke Bandar Lampung Dinilai Hilangkan Otonomi Desa
Penambahan tersebut mencakup sedikit wilayah yang masuk Desa Way Hui dan Desa Sabah Balau yang dinilai perlu masuk dalam delineasi guna menjaga keterhubungan wilayah secara geografis dan administratif.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Otda) Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Binarti Bintang, menjelaskan bahwa masuknya sebagian wilayah Way Hui dan Sabah Balau bukan berarti kedua desa tersebut bergabung secara utuh ke Kota Bandar Lampung.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya wilayah terpisah atau enklave setelah proses penyesuaian batas wilayah dilakukan.
"Pemerintah melihat untuk ketersambungan secara geografis dan administratif. Desa Way Hui dan Desa Sabah Balau itu bukan bergabung seluruhnya, tetapi hanya sedikit wilayah supaya tidak terjadi enklave," kata Binarti usai rapat pembahasan delineasi, Senin (8/6/2026).
Ia mengatakan kawasan yang masuk dalam pembahasan mencakup area sekitar Markas Polda Lampung, Kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA), hingga akses jalan menuju Desa Purwotani.
Menurutnya, wilayah tersebut perlu masuk dalam delineasi agar konektivitas wilayah yang direncanakan bergabung ke Bandar Lampung tetap terjaga.
"Fokusnya pada Mapolda dan ITERA. Kita ingin wilayahnya tersambung, tidak terputus. Kalau hanya berhenti di Sabah Balau, maka tidak nyambung sampai ke wilayah tujuan," ujarnya.
Dengan masuknya wilayah Way Hui dan Sabah Balau, jumlah wilayah yang masuk dalam pembahasan delineasi bertambah dari sembilan menjadi sebelas wilayah.
"Kalau Sabah Balau dan Way Hui masuk jadi 11 wilayah," ucapnya.
Binarti menuturkan hingga saat ini Pemprov Lampung masih menunggu hasil komunikasi dan musyawarah desa, khususnya dari Desa Way Hui dan Desa Sabah Balau.
Dalam rapat yang digelar Pemprov Lampung, Kepala Desa Way Hui disebut tidak hadir namun mengirimkan perwakilan.
Sementara dari Desa Sabah Balau tidak ada yang hadir.
"Kami sudah menjelaskan bahwa yang masuk delineasi hanya kawasan tertentu, bukan seluruh desa. Mereka akan melaporkan dulu kepada kepala desa dan kemungkinan dilakukan musyawarah desa," ujarnya.
| RSUAM Sertijab Pejabat Administrator, Aris Munandar Jabat Kabid Hukum |
|
|---|
| HUT ke-17 Tribun Lampung, Merawat Tradisi Jurnalisme di Tengah Gempuran Digital |
|
|---|
| BPBD Pesawaran Imbau Warga Bijak Gunakan Air dan Hindari Pembakaran Lahan |
|
|---|
| Meresahkan Masyarakat, Imigrasi Bandar Lampung Deportasi 3 Pelajar Asal Sudan |
|
|---|
| Langkah Damkarmat Bandar Lampung Hadapi Dampak Musim Kemarau, Siapkan Bantuan Air Bersih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Peta-Jati-Agung-Lampung-Selatan.jpg)