Berita Lampung

Punya Kebun Raya Seluas 75 Hektare, Itera Diganjar Penghargaan

Rektor Itera Prof I Nyoman Pugeg Aryantha baru saja menerima penghargaan bergengsi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Dok Humas Itera
SABET PENGHARGAAN - Kepala BRIN Prof Arif Satria (kanan) saat menyerahkan penghargaan kepada Rektor Itera Prof I Nyoman Pugeg Aryantha atas dedikasi Itera dalam mendorong pengembangan kebun raya di lingkungan perguruan tinggi. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Institut Teknologi Sumatera (Itera) semakin mengukuhkan posisinya sebagai kampus yang fokus pada isu lingkungan melalui pemanfaatan lahan seluas 75 hektare untuk pengembangan kebun raya.

Komitmen ini berbuah manis.

Rektor Itera Prof I Nyoman Pugeg Aryantha baru saja menerima penghargaan bergengsi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Konservasi Flora Sumatera/Kebun Raya Itera, Alawiyah, menuturkan lahan seluas 75 hektare tersebut bukan sekadar taman, melainkan sebagai pusat riset.

Menurutnya, lahan ini dirancang sebagai benteng pelestarian spesies tanaman.

"Itera menyediakan lahan seluas 75 hektare yang didedikasikan khusus sebagai kawasan kebun raya. Lahan tersebut dirancang sebagai area konservasi yang mendukung pelestarian berbagai spesies tanaman sekaligus menjadi sarana pendidikan dan penelitian bagi sivitas akademika maupun masyarakat," papar Alawiyah, Rabu (15/4/2026).

Nyoman Pugeg mengungkapkan bahwa kebun raya ini bukanlah proyek kemarin sore. 

Menurutnya, penghijauan dan konservasi sudah menjadi "DNA" Itera sejak pertama kali didirikan.

"Kebun Raya Itera sudah dicanangkan sejak awal pendirian kampus Itera yang mengusung isu keberlanjutan sebagai komitmen yang terus kami kawal," ujar Nyoman.

Di sisi lain, Kepala BRIN Prof Arif Satria mengingatkan bahwa keberadaan kebun raya di kampus seperti Itera sangat krusial di tengah ancaman perubahan iklim global.

Menurutnya, kebun raya bukan hanya tempat pohon tumbuh, tapi juga pusat kolaborasi.

"Jejaring Kebun Raya Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat upaya konservasi tumbuhan secara berkelanjutan dan terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia," kata Arif.

Ia menambahkan bahwa kebun raya berfungsi sebagai simpul kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. 

Harapannya, Itera bisa terus melahirkan inovasi dalam pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Pertemuan para pengelola kebun raya se-Indonesia ini menjadi ajang bagi Itera untuk saling berbagi tantangan dan strategi agar kawasan 75 hektare tersebut bisa memberikan manfaat maksimal sebagai pusat riset, edukasi, hingga destinasi wisata hijau di Lampung

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved