Berita Lampung
Itera Sudah Berlakukan Pembelajaran Hibrida, Dosen WFH
Parkiran di gedung-gedung perkuliahan Itera masih dipenuhi kendaraan, terutama di gedung-gedung yang digunakan untuk sistem pembelajaran umum.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Institut Teknologi Sumatera (Itera) mulai memberlakukan sistem pembelajaran hibrida, daring (online), dan tatap muka (offline), Jumat (17/4/2026).
Beberapa dosen dan pejabat kampus pun sudah mulai bekerja dari rumah (work from home).
Pantauan di lokasi, masih banyak mahasiswa yang datang ke kampus.
Sistem pembelajaran dibagi menjadi dua, yakni tatap muka (offline) dan daring (online).
Parkiran di gedung-gedung perkuliahan Itera masih dipenuhi kendaraan, terutama di gedung-gedung yang digunakan untuk sistem pembelajaran umum.
Terlihat juga ada beberapa mahasiswa duduk di pelataran gedung kampus sambil mengerjakan tugas atau sekadar mengobrol dengan teman-temannya.
Suasana kantin kampus juga tampak ramai.
Sementara di rusunawa, terlihat beberapa mahasiswa yang berlalu lalang.
Mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian bernama Besta Perdana Dawolo mengungkapkan, sistem perkuliahan mulai mengalami perubahan dari tatap muka penuh menjadi kombinasi offline dan online.
Menurut Besta, kebijakan tersebut mulai diberlakukan sejak hari ini, di mana sebagian mata kuliah sudah dilaksanakan secara daring.
"Peralihan dari offline ke online sudah mulai diterapkan. Beberapa mata kuliah sekarang dilakukan secara online," ujarnya saat ditemui di parkiran kampus gedung kuliah umum 2 Itera, Jumat (17/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, perkuliahan daring dilakukan melalui platform virtual seperti Zoom Meeting.
Namun, terdapat aturan ketat yang harus dipatuhi mahasiswa selama mengikuti kelas online.
Mereka diwajibkan untuk menyalakan kamera selama proses pembelajaran berlangsung agar dosen dapat memastikan kehadiran dan partisipasi mereka.
Selain itu, mahasiswa juga diminta berada di tempat yang kondusif selama mengikuti perkuliahan.
"Kalau online, biasanya lewat meeting seperti Zoom. Kamera harus tetap menyala dan wajah harus terlihat," jelasnya.
Tidak hanya itu, penggunaan latar belakang virtual juga tidak diperkenankan, sehingga mahasiswa harus menampilkan kondisi asli lingkungan sekitar mereka saat mengikuti kelas.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya penyesuaian sistem pembelajaran yang lebih fleksibel, namun tetap menjaga kedisiplinan dan kualitas interaksi antara dosen dan mahasiswa.
Hal senada disampaikan Rizki Aprilian Putra (19), mahasiswa Itera asal Pariaman, Sumatera Barat.
Mahasiswa semester dua Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan ini menyebutkan, penerapan sistem online dan offline sudah mulai berjalan, meski belum sepenuhnya merata di semua mata kuliah.
"Masih ada beberapa mata kuliah yang dilakukan secara daring, dan sebagian lainnya tetap tatap muka," ujarnya saat sedang kongko di pelataran gedung kuliah umum 2.
Ia menjelaskan, untuk mata kuliah berbasis program studi, sebagian besar masih dilaksanakan secara online.
Sementara itu, mata kuliah umum yang diselenggarakan oleh pihak kampus cenderung dilakukan secara offline di kelas.
"Contohnya hari ini saya ada mata kuliah bahasa Indonesia yang dilakukan secara langsung di kampus," katanya.
Adapun untuk sistem pembelajaran daring, Rizki mengungkapkan bahwa dosen biasanya menyediakan tautan khusus yang dapat diakses mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan.
"Biasanya dosen kasih link, nanti kita ikut melalui itu dan muncul di layar," jelasnya.
Terkait teknis pelaksanaan kelas online, Rizki mengatakan aturan penggunaan kamera bergantung pada kebijakan masing-masing dosen.
"Ada yang memperbolehkan video dimatikan, tapi ada juga yang mewajibkan mahasiswa tampil di layar dan mencantumkan identitas," ujarnya.
Dengan sistem hibrida ini, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan pola pembelajaran yang lebih fleksibel, sekaligus tetap menjaga efektivitas proses belajar baik secara daring maupun luring.
Humas Itera Rudi membenarkan pihak kampus sudah mulai menerapkan sistem WFH untuk dosen dan pejabat kampus, sedangkan mahasiswa menggunakan sistem pembelajaran hibrida.
"Mulai hari ini, mahasiswa sudah menerapkan sistem pembelajaran hybrid. Jadi ada online, belajar melalui daring dan offline, tatap muka. Beberapa mata kuliah sudah menggunakan sistem online. Kalau mata pelajaran wajib atau mata kuliah dari kampus biasanya masih offline atau tatap muka," beber Rudi.
"Beberapa dosen dan pejabat kampus juga sudah menerapkan WFH mulai hari ini," tukasnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
| Sopir Ford Tabrak IRT hingga Tewas di Natar Ditangkap, Dilimpahkan ke Polres Lamsel |
|
|---|
| Arinal Mangkir, Kejati Akan Jadwalkan Ulang Pemanggilan Eks Gubernur Lampung |
|
|---|
| 3 Warga Ditangkap Terkait Tewasnya Pelaku Curanmor di Lampung Tengah |
|
|---|
| WFH Jumat Mulai Berlaku, Kampus Itera Tetap Hidup dan Padat Aktivitas Mahasiswa |
|
|---|
| Indentitas Korban Tewas dalam Kecelakaan Mobil Ford Tabrak Motor di Natar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Itera-berlakukan-pembelajaran-hibrida.jpg)