Berita Lampung
Pemprov Lampung Bangun Bertahap Jalan Kiluan–Simpang Umbar, Anggarkan Rp127 M
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M Taufiqullah, menegaskan bahwa medan dan akses yang berat
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
- Ruas Jalan Kiluan–Simpang Umbar di Tanggamus, Lampung, masih ada yang belum beraspal sejak Indonesia merdeka.
- Warga masih menggunakan jalan tanah yang dibuka sederhana untuk akses harian.
- Pemprov Lampung menyiapkan pembangunan bertahap dengan konstruksi beton (rigid).
Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Pembangunan Ruas Jalan Kiluan–Simpang Umbar di Kabupaten Tanggamus, Lampung, terus menjadi perhatian pemerintah provinsi karena berperan penting sebagai akses utama menuju kawasan pesisir.
Hingga saat ini, sebagian ruas jalan tersebut masih berada dalam kondisi belum beraspal dan baru ditangani secara bertahap, meski sudah lama menjadi jalur mobilitas masyarakat setempat.
Kondisi ini membuat warga di sekitar wilayah pesisir di Kabupaten Tanggamus tetap bergantung pada jalan tanah yang hanya dibuka secara sederhana agar kendaraan dapat melintas.
Situasi tersebut telah berlangsung lama, bahkan sejak Indonesia merdeka.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M Taufiqullah, menegaskan bahwa medan dan akses yang berat menjadi tantangan utama dalam pembangunan.
“Sejak Indonesia merdeka memang belum pernah tersentuh aspal. Aksesnya lumayan berat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, selama ini penanganan yang dilakukan masih sebatas lapisan dasar agar jalan tetap bisa dilalui.
Namun, karena karakteristik wilayah yang cukup ekstrem, pembangunan tidak dapat dilakukan sekaligus dan harus melalui tahapan perencanaan bertahap.
“Dan ini secara bertahap akan kita bangun,” katanya.
Ke depan, pemerintah mulai mengarahkan peningkatan kualitas jalan dengan konstruksi rigid atau beton yang dinilai lebih kuat dan tahan lama untuk kondisi pesisir.
Skema ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan infrastruktur di jalur yang menghubungkan kawasan wisata dan permukiman tersebut.
Untuk penyambungan ruas Kiluan–Umbar hingga Umbar Putih, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp127 miliar.
Jika akses ini tersambung penuh, konektivitas dari Bandar Lampung menuju kawasan pesisir akan terbentang hingga kurang lebih 148 kilometer.
Taufiqullah menambahkan, pembangunan ruas jalan ini tidak hanya ditujukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan kawasan, termasuk sektor pariwisata pesisir.
“PR kita masih sekitar Rp126 miliar lagi,” ujarnya. (*)
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)
| Picu Kemacetan, Pedagang Pasar Tugu Bandar Lampung Ditertibkan |
|
|---|
| Polres Pringsewu Limpahkan 5 Tersangka Pencurian Sapi ke Kejari |
|
|---|
| Itera Sudah Berlakukan Pembelajaran Hibrida, Dosen WFH |
|
|---|
| Sopir Ford Tabrak IRT hingga Tewas di Natar Ditangkap, Dilimpahkan ke Polres Lamsel |
|
|---|
| Arinal Mangkir, Kejati Akan Jadwalkan Ulang Pemanggilan Eks Gubernur Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/BELUM-DIASPAL-Ruas-Jalan-Kiluan-Simpang-Umbar-atau-jalan-m.jpg)