Berita Lampung
Jembatan Garuda Jadi Jalur Vital Pendidikan dan Transportasi Warga Purwoadi
Jembatan Garuda kini menjadi jalur vital bagi warga Purwoadi, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah.
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: taryono
Ringkasan Berita:
- Jembatan Garuda di Purwoadi, Lampung Tengah, menjadi jalur vital untuk angkut hasil bumi dan akses sekolah siswa SMP/SMA Trimurjo.
- Selama puluhan tahun warga menyeberangi sungai berbahaya.
- Proyek bagian program seribu jembatan, digandeng TNI, progres 55 persen, warga antusias bergotong-royong percepat pembangunan.
Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Jembatan Garuda kini menjadi jalur vital bagi warga Purwoadi, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah.
Selain mempermudah transportasi hasil bumi, jembatan ini juga menjadi akses utama pendidikan bagi siswa SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Trimurjo, yang sebelumnya harus menempuh jalur berbahaya atau memutar jauh untuk bersekolah.
Bagi Mujito (55), warga setempat, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol keselamatan dan harapan. Sejak berusia 12 tahun, ia harus menyeberangi sungai menggunakan batang kayu licin yang melintang di atas arus deras.
"Setiap dua tahun kami harus memperbaiki jembatan bambu. Sudah banyak pengalaman menegangkan, bahkan beberapa warga pernah terperosok ke sungai karena alas bambu lapuk," kenang Mujito, Rabu (13/5/2026).
Upaya membangun jembatan permanen sempat tertunda selama puluhan tahun. Edi Sanipo, Kepala Kampung Purwoadi, menyebut bahwa sejak 2011, berbagai proposal ke pemerintah daerah hingga jalur bantuan bencana selalu belum membuahkan hasil.
"Proposal kami baru dikabulkan pemerintah pusat pada 2025, dan alhamdulillah pembangunan bisa dimulai tahun ini," ujar Edi.
Pembangunan ini merupakan bagian dari program seribu jembatan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan melibatkan jajaran TNI. Kapten Infanteri Sudarto, Danramil Trimurjo, menyatakan progres pembangunan saat ini telah mencapai 55 persen.
"Tinggal menunggu rangka baja untuk bagian atas. Jika material tiba, insyaallah jembatan bisa digunakan dalam sepuluh hari," jelas Sudarto.
Selain TNI, antusiasme warga juga luar biasa. Mereka datang membawa bantuan, mulai dari makanan hingga peralatan kecil, bahkan ada yang memasak di lokasi untuk mendukung percepatan pembangunan.
"Masyarakat sangat peduli. Semua dilakukan dengan tulus demi kelancaran pembangunan," tambah Sudarto.
Kini, Jembatan Garuda bukan sekadar beton dan baja. Bagi warga Purwoadi, jembatan ini memastikan mobilitas petani lancar, anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman, dan ketenangan kembali hadir di desa.
"Kami sangat bersyukur pemerintah memperhatikan kami. Terima kasih Bapak Presiden dan TNI, akhirnya impian kami terwujud," tutup Mujito.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)
| SPPG Wiyono Pesawaran Siap Evaluasi Program MBG Seusai Dikeluhkan Orangtua Balita |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Lampung 14 Mei 2026, Siang-Sore Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan |
|
|---|
| Pura-pura Ambil Pakaian di Laundry, WS Bawa Kabur Motor Temannya |
|
|---|
| 3 Kajian Utama yang Tertuang di MoU Pemprov Lampung dengan Perusahaan Malaysia |
|
|---|
| 43 Tahun Warga Trimurjo Bertaruh Nyawa, Kini Jembatan Garuda Jadi Harapan Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pembangunan-jembatan-gantung-di-Lampung-Tengah-dikebut.jpg)