Berita Lampung
Perjalanan Nong Mengembangkan Tapis Lampung dari Pengrajin Menjadi Pengusaha
Yeni Puspita Sari atau yang akrab disapa Nong, yang kini berhasil membangun usaha kerajinan tapis bernama Baim Tapis Collection's.
Penulis: Bintang Puji Anggraini | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Yeni Puspita Sari atau Nong mendirikan usaha kerajinan Baim Tapis Collection's pada tahun 2025.
- Nong memulai kariernya sebagai pengrajin tapis selama sepuluh tahun sebelum membuka galeri sendiri.
- Baim Tapis Collection's memproduksi berbagai produk kreatif seperti tas, dompet, hingga suvenir pernikahan.
Tribunlampung.co.idBandar Lampung – Seorang wanita tampak duduk di sudut ruang Galeri Baim Tapis yang berlokasi di Sepang Jaya, Kota Bandar Lampung, Lampung 35136.
Baca juga: Kisah Seorang IRT di Balik Keindahan Kain Tapis, Rintis Usaha dari Jual 2 Tas
Jemarinya bergerak lincah menyulam benang demi benang, menyatukan setiap helai menjadi sebuah kain tapis.
Wanita tersebut adalah Yeni Puspita Sari atau yang akrab disapa Nong, yang kini berhasil membangun usaha kerajinan tapis bernama Baim Tapis Collection's.
Baim Tapis Collection's resmi berdiri pada tahun 2025. Meski terbilang baru sebagai pemilik usaha, perjalanan Nong di dunia tapis sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2016.
"Sebenarnya awalnya saya hanya menjadi pengrajin dari satu galeri ke galeri lain selama 10 tahun. Suami dan orang tua terus memberikan dukungan untuk mencoba usaha tapis sendiri, akhirnya pada tahun 2025 saya memberanikan diri," ujar Nong saat ditemui di galerinya Kamis (4/6/2026).
Berawal dari Pengrajin Tapis
Sebelum memberanikan diri menjadi pengusaha tapis, Nong menghabiskan hampir sembilan tahun sebagai pengrajin tapis.
Selama bertahun-tahun, ia belajar teknik sulam tapis, memahami karakter kain, hingga menguasai berbagai motif khas Lampung.
Menurutnya, proses pembuatan tapis membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Tidak heran jika satu kain tapis bisa dikerjakan dalam waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
"Kalau kain yang saya kerjakan sekarang sekitar dua minggu. Tapi dulu waktu awal menjadi pengrajin, ada kain yang pengerjaannya sampai enam bulan bahkan sembilan bulan karena motifnya sangat rapat," jelasnya.
Pengalaman panjang tersebut membuat Nong semakin yakin bahwa dirinya sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk membangun usaha sendiri.
Ujian Berat di Awal Membangun Usaha
Perjalanan membangun Baim Tapis Collection's tidak selalu berjalan mulus. Nong mengaku pernah diburu-buru oleh pemesan, berharap tapis miliknya selesai dalam hitungan hari.
Setelah tapisnya jadi, Nong mengatakan bahwa orang tersebut tidak menghargai kerja kerasnya dan memberikan komplain atas kain yang sudah diselesaikan.
Menurutnya, banyak orang menganggap pengerjaan tapis dapat diselesaikan dengan cepat, padahal setiap jahitan membutuhkan ketelitian dan proses yang tidak singkat.
"Saya pernah bekerja sama dengan seseorang yang tidak memahami proses tapis. Maunya semua selesai cepat, sementara pengerjaan tapis tidak bisa dipaksakan. Dari situ saya belajar bahwa dalam usaha harus jelas sejak awal mengenai waktu pengerjaan dan proses produksinya," katanya.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih selektif dalam menerima pesanan dan memberikan pemahaman kepada pelanggan mengenai proses pembuatan tapis.
Produk Beragam, Harga Terjangkau Hingga Eksklusif
| Kapolda Lampung Helfi Tegaskan Media Policing Krusial dalam Menjaga Kamtibmas |
|
|---|
| Atasi Putus Sekolah, Disdikbud Lampung Siapkan Kelas Cangkok dan SMA Terbuka |
|
|---|
| OJK Lampung Dukung Pembiayaan Inovatif Melalui Obligasi dan Sukuk Daerah |
|
|---|
| 13 Kampung di Lampung Tengah Gelar Pilkakam PAW |
|
|---|
| Dua Kendaraan Adu Banteng di Pesawaran, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Perjalanan-Nong-Mengembangkan-Tapis-Lampung-dari-Pengrajin-Menjadi-Pengusaha.jpg)