Berita Lampung

Perjalanan Nong Mengembangkan Tapis Lampung dari Pengrajin Menjadi Pengusaha

Yeni Puspita Sari atau yang akrab disapa Nong, yang kini berhasil membangun usaha kerajinan tapis bernama Baim Tapis Collection's. 

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
PENGUSAHA TAPIS - Yeni Puspita Sari pemilik Baim Tapis Collection's saat memamerkan tas dan pouch tapis miliknya pada Kamis (4/6/2026). 

Baim Tapis Collection's tidak hanya memproduksi kain tapis, tetapi juga berbagai produk kreatif berbahan tapis seperti:

  • Totebag tapis
  • Dompet tapis
  • Peci tapis
  • Gantungan kunci tapis
  • Buku tapis
  • Souvenir pernikahan
  • Aksesori dan kerajinan sesuai pesanan pelanggan

Salah satu produk unggulan yang paling diminati pelanggan adalah souvenir tapis

Bahkan, Baim Tapis Collection's pernah menerima pesanan hingga 1.500 buah souvenir untuk acara pernikahan.

Produk-produk tersebut berupa buku tapis dan gantungan kunci berbentuk gajah yang menjadi ciri khas budaya Lampung.

"Alhamdulillah pernah menerima pesanan souvenir sampai 1.500 buah. Itu menjadi salah satu pesanan terbesar yang pernah kami kerjakan," ungkap Nong.

Harga produk yang ditawarkan pun bervariasi. Untuk jasa sulam kain dengan motif sederhana dimulai dari Rp200 ribu. 

Sementara untuk pengerjaan motif khusus dan eksklusif, biayanya dapat mencapai Rp.1 juta hingga Rp4 juta per kain.

Omzet Baim Tapis

Sebagai usaha yang baru berdiri, Nong mengaku omzet usahanya masih dalam tahap berkembang.

"Karena masih merintis dan pengerjaan produk juga membutuhkan proses, omzet per bulan masih di bawah Rp5 juta," katanya.

Meski demikian, ia optimistis usahanya akan terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk tapis dan kerajinan khas Lampung

Menjaga Kualitas dan Kepercayaan Konsumen

Bagi Nong, dalam menjalani usaha tapis miliknya harus menjaga kepercayaan konsumen. Kualitas hasil kerja dan ketepatan waktu menjadi dua hal yang selalu ia prioritaskan.

"Kita harus pintar mengatur waktu pengerjaan. Kalau konsumen bertanya kapan selesai, kita harus memberikan estimasi yang realistis supaya kualitas tetap terjaga dan pengrajin juga punya waktu yang cukup untuk menyelesaikannya," ujarnya.

Dalam proses produksi, Nong juga melibatkan beberapa pengrajin lain untuk membantu menyelesaikan pesanan dalam jumlah besar. 

Sistem kerja yang diterapkan bersifat fleksibel dengan pembayaran berdasarkan hasil pekerjaan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved