Berita Lampung
Atasi Putus Sekolah, Disdikbud Lampung Siapkan Kelas Cangkok dan SMA Terbuka
Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico merincikan, di tingkat SD ada sebanyak 5.081 siswa yang putus sekolah, tingkat SMP 10.531 siswa.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menyiapkan sejumlah program strategis guna mengatasi angka putus sekolah.
Menyikapi situasi ini, Disdikbud Lampung terus melakukan berbagai upaya dan solusi strategis, mulai dari pembentukan tim percepatan hingga peluncuran program sekolah yang lebih fleksibel demi mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku sekolah.
Sejumlah program yang sudah disiapkan antara lain Kelas Cangkok dan SMA Terbuka.
Berdasarkan catatan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) hingga pertengahan 2026, sebanyak 20.534 siswa jenjang SD, SMP hingga SMA di Lampung putus sekolah.
Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico merincikan, di tingkat SD ada sebanyak 5.081 siswa yang putus sekolah, tingkat SMP 10.531 siswa, dan tingkat SMA 4.742 siswa.
Berdasarkan data Lampung Dalam Angka yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah siswa yang mengeyam pendidikan tingkat SD pada tahun pelajaran 2023/2024 tercatat 798.892 orang, tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 797.968 orang, dan tahun pelajaran 2025/2026 sebanyak 797.865 orang
Adapun siswa MI pada tahun pelajaran 2022/2023 tercatat 131.368 orang, tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 131.678 orang, dan tahun pelajaran 2025/2026 sebanyak 133.177 siswa.
Di tingkat SMP, pada tahun pelajaran 2023/2024 tercatat 336.944 siswa, tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 342.821 siswa, dan tahun pelajaran 2025/2026 ada 343.606 siswa.
Sementara siswa MTs pada tahun pelajaran 2022/2023 berjumlah 114.145 orang, tahun pelajaran 2023/2024 terdapat 111.699 orang, dan tahun pelajaran 2025/2026 ada 102.900 orang.
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terdapat 794.493 siswa SD pada tahun ajaran 2023/2024, 794.882 siswa pada tahun pelajaran 2024/2025, dan 795.773 siswa pada tahun pelajaran 2025/2026.
Adapun siswa SMP pada tahun pelajaran 2023/2024 berjumlah 334.742 orang, tahun pelajaran 2024/2025 berjumlah 339.494 orang, dan tahun pelajaran 2025/2026 terdapat 341.094 orang.
Jika merujuk pada data Desil 1 dan Desil 2, Thomas mengatakan angka indikasi putus sekolah memang sempat menyentuh kisaran 277.000 siswa.
Namun, setelah ditelusuri, tingginya angka pada database awal kependudukan tersebut terjadi akibat adanya anomali administrasi di mana jutaan warga belum memperbarui status pendidikannya di kartu keluarga (KK).
"Ternyata di data Disdukcapil kita ini, ternyata ada lulusan SMA kemudian dia sudah kuliah, tetapi di KK-nya masih statusnya SD," kata Thomas, Selasa (2/6/2026).
Ia mengatakan, Disdikbud saat ini tengah melakukan supervisi kepada instansi terkait di kabupaten/kota agar memperbaiki proses pendataan.
| 13 Kampung di Lampung Tengah Gelar Pilkakam PAW |
|
|---|
| Dua Kendaraan Adu Banteng di Pesawaran, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat |
|
|---|
| 1.031 Jemaah Haji Lampung Tengah Pulang Bertahap Mulai 7 Juni 2026 |
|
|---|
| Truk Fuso dan Suzuki Carry Adu Banteng di Pesawaran, 1 Terbalik 1 Masuk Parit |
|
|---|
| Wagub Jihan Nilai Aktivitas Kepramukaan Jadi Alternatif Imbangi Ketergantungan Gawai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Thomas-Amirico-29-Mei-2026.jpg)