Berita Lampung
Atasi Putus Sekolah, Disdikbud Lampung Siapkan Kelas Cangkok dan SMA Terbuka
Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico merincikan, di tingkat SD ada sebanyak 5.081 siswa yang putus sekolah, tingkat SMP 10.531 siswa.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
"Ada jutaan orang yang posisi di KK-nya masih SD padahal dia sudah tamat SMP. Ada yang di KK-nya masih lulusan SMP status pendidikannya, tetapi dia sudah tamat SMA maupun kuliah. Ini yang harus di-upgrade," tutur Thomas.
Menurut dia, dalam pemetaan cakupan pendidikan di Lampung, terdapat ketimpangan yang cukup terlihat antarwilayah.
"Daerah yang mencatat tingkat cakupan pendidikan tinggi hingga ke jenjang perguruan tinggi ada tiga, yaitu Bandar Lampung, Pringsewu, dan Metro," sebut Thomas.
Sementara, kata Thomas, ada sejumlah wilayah yang angka lanjutan sekolahnya terpantau masih cukup rendah.
"Yang rendah itu seperti Mesuji, sebagian Pesawaran, sebagian Tanggamus, Lampung Utara, Way Kanan, dan Pesisir Barat," lanjutnya.
Dari hasil evaluasi, Thomas menegaskan bahwa persoalan ini bukan disebabkan oleh keterbatasan daya tampung sekolah.
"Daya tampung gabungan antara sekolah negeri dan swasta di Lampung sebenarnya sudah sangat mencukupi, bahkan banyak sekolah swasta yang kekurangan murid," imbuh dia.
Menurut Thomas, akar masalah utama anak putus sekolah di lapangan murni dipicu oleh faktor nonteknis, seperti masalah budaya, kondisi ekonomi, kenakalan remaja, serta pengaruh lingkungan sekitar.
Guna mengatasi problem putus sekolah tersebut secara menyeluruh, Disdikbud Lampung menerapkan sejumlah langkah taktis.
Langkah pertama adalah membentuk Tim Percepatan Penurunan Angka Putus Sekolah yang bertugas berkeliling ke kabupaten/kota guna menyosialisasikan pembaruan data Disdukcapil.
"Jadi mereka melakukan sosialisasi, perbaikan data, dan melakukan supervisi ke dinas kabupaten/kota yang memegang kewenangan tingkat SD dan SMP," kata dia.
Selain pembenahan data, Disdikbud Lampung juga terus mendorong peran pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) untuk memaksimalkan program kesetaraan paket A, B, dan C.
Di samping itu, Disdikbud Lampung juga melakula terobosan baru berupa program SMA Terbuka.
"SMA Terbuka ini akan dimulai pendaftarannya pada bulan Juli mendatang," kata Thomas.
Ia menjelaskan, program ini menyasar anak usia sekolah maupun warga di atas usia 20 tahun yang ingin kembali bersekolah, dengan tempat pendaftaran di SMA atau SMK terdekat di seluruh kabupaten/kota.
| 13 Kampung di Lampung Tengah Gelar Pilkakam PAW |
|
|---|
| Dua Kendaraan Adu Banteng di Pesawaran, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat |
|
|---|
| 1.031 Jemaah Haji Lampung Tengah Pulang Bertahap Mulai 7 Juni 2026 |
|
|---|
| Truk Fuso dan Suzuki Carry Adu Banteng di Pesawaran, 1 Terbalik 1 Masuk Parit |
|
|---|
| Wagub Jihan Nilai Aktivitas Kepramukaan Jadi Alternatif Imbangi Ketergantungan Gawai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Thomas-Amirico-29-Mei-2026.jpg)